ONG
76 stories
Same person, Different Vibe by Haku074
Haku074
  • WpView
    Reads 2,032
  • WpVote
    Votes 131
  • WpPart
    Parts 6
Di dalam kelas, dia adalah gadis yang nyaris sempurna. Pintar, sopan, selalu mengerjakan tugas tepat waktu, dan punya senyum polos yang membuat siapa pun sulit membayangkan dia melakukan sesuatu yang buruk. Guru-guru menyukainya, teman-temannya menganggapnya sebagai contoh siswi teladan, dan aku pun awalnya tidak melihat alasan untuk berpikir sebaliknya. Sampai suatu hari, aku bertemu dengannya di luar sekolah. Tidak ada seragam. Tidak ada senyum polos. Tidak ada suara lembut yang biasa kudengar di kelas. Gadis yang berdiri di hadapanku terasa seperti orang yang sama sekali berbeda tatapannya tajam, pembawaannya percaya diri, dan auranya begitu intimidating. Dia terlihat jauh lebih berani, bebas, bahkan sedikit "nakal". Seolah-olah seluruh citra sempurna yang ia bangun di sekolah hanyalah sebuah peran.
STRAW by lechenies
lechenies
  • WpView
    Reads 1,178
  • WpVote
    Votes 205
  • WpPart
    Parts 3
Sherine sakit, dengan gejala yang sangat aneh. "HAH SEJAK KAPAN?!" "BUSET BISA NGELUARIN SUSU?!" "SOLUSINYA APAAN DONG KALO GINI TERUS MONYEETT!!!" Dari semua keributan ini, jalan keluarnya ternyata cuma satu, yaitu terapi. But trust me... the cure is weird as hell.
Too Young, Still Mine by lechenies
lechenies
  • WpView
    Reads 41,614
  • WpVote
    Votes 3,792
  • WpPart
    Parts 43
"MAMIHHH!!! AKU PERGI NGEGYM DULU, YA!" Suara Leon menggema dari ruang tamu menuju pintu keluar. Di dapur, Indah Susanto yang sedang menyiapkan makan siang langsung menoleh. Ia berjalan cepat ke arah lorong tengah rumah. "LEON! KAMU BELUM MAKAN!" Terlambat. Pintu depan sudah keburu tertutup keras. Leon memang begitu-nggak sabaran, keras kepala, dan merasa dunia bisa menunggu dia, tapi dia nggak pernah mau menunggu siapa pun. Dengan hoodie hitam dan tas gym di bahu, Leon melangkah santai melewati garasi. Earphone terpasang, pandangannya fokus ke layar ponsel. Ia tidak melihat ke depan. BRUKKK! Tubuhnya menghantam seseorang. "A-aduh... sakit banget..." ringis Leon saat terjatuh di ubin garasi. Tas gym-nya terlempar. Earphone copot. Di depannya, seorang wanita ikut terduduk, tasnya terjatuh, isinya berhamburan. Leon mengangkat kepala-dan membeku. Rambut panjang terurai rapi, wajah dewasa dengan riasan tipis yang elegan, dan tatapan mata yang tajam meski terlihat sedikit terkejut. "Oh my..." gumam wanita itu. "L-loh... Tante Aralie??" Abigail Rachelie Pattynama. Teman dekat mamahnya. Wanita itu mencoba berdiri, tapi tubuhnya limbung. Tangannya refleks mencengkeram lengan Leon. Sentuhan itu terlalu lama untuk sekadar keseimbangan. Tatapan Aralie berubah. Ia menatap Leon dari jarak sangat dekat-rahangnya yang tegas, bahunya yang lebar, aroma maskulin yang samar. "Leon...?" suaranya lebih pelan. Lebih dalam. Bukan nada seorang tante yang menyapa anak kecil. PLUK. Tubuh Aralie melemas. "EH TANTE! JANGAN PINGSAN DI SINI!" panik Leon, buru-buru menangkap tubuhnya. Leon tidak sadar. Detik ketika Aralie terjatuh dalam pelukannya- bukan sekadar kecelakaan kecil. Itu adalah awal.
My Sister  by Eirenn
Eirenn
  • WpView
    Reads 2,485
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 5
Zean tumbuh besar bersama Kathrina, kakak asuhnya yang sudah mengurusinya sejak ia kecil. Kathrina yang berparas imut, baby face, menjadi sosok yang sangat dihormati sekaligus diidamkan diam-diam oleh Zean. Meski terlihat polos dan selalu berpakaian ketat di rumah, Kathrina ternyata punya sisi yang selama ini disembunyikan. Ia sering melakukan hal hal di samping Zean yang pura-pura tidur, sambil membisikkan nama Zean. Ketika Kathrina diam-diam membawa cowoknya, Vian, ke rumah dan tertangkap basah oleh adik-adiknya, Indira dan Tian, segalanya berubah. Zean yang selama ini menahan diri karena rasa hormat, akhirnya harus menghadapi perasaan cemburu, dan kenyataan bahwa Kathrina juga menyukainya.
Summer before goodbye (End) by Ginmatu
Ginmatu
  • WpView
    Reads 3,348
  • WpVote
    Votes 335
  • WpPart
    Parts 13
Rei kembali ke kota pantai kecil yang sudah lama ia tinggalkan, berniat menghabiskan musim panasnya dengan tenang sebelum kembali pergi lagi. Namun semuanya berubah saat ia bertemu kembali dengan Christy-gadis yang dulu selalu ada di setiap bagian masa remajanya, dan mungkin juga alasan kenapa kota itu tidak pernah benar-benar bisa ia lupakan. Di antara malam-malam panjang, hujan musim panas, dan kenangan yang perlahan kembali hidup, Rei mulai sadar bahwa beberapa perasaan ternyata tidak pernah benar-benar hilang. Masalahnya, musim panas selalu terasa terlalu singkat untuk dua orang yang terlambat menyadari semuanya.
Home? by NeedLover
NeedLover
  • WpView
    Reads 2,232
  • WpVote
    Votes 130
  • WpPart
    Parts 18
Terkadang sebuah tempat nyaman tidak selalu ada di satu tempat, atau di tempat yang sudah ada. Bahkan bisa saja tempat yang cocok itu belum ditemukan keberadaannya.
Photobox  by Ginmatu
Ginmatu
  • WpView
    Reads 2,659
  • WpVote
    Votes 194
  • WpPart
    Parts 12
Fiony selalu datang ke photobox yang sama. Sendirian. Namun entah kenapa, ia selalu menyisakan satu ruang kosong di setiap fotonya. Al awalnya mengira Fiony hanyalah pelanggan aneh yang terlalu sering datang malam-malam. Sampai perlahan, ia sadar ada kenangan yang sedang berusaha dipertahankan oleh gadis itu. Dan mungkin- beberapa orang memang ditakdirkan untuk bertemu, meski harus saling mengingat dari awal berulang kali.
Through the Lens by chamelee0n
chamelee0n
  • WpView
    Reads 74,098
  • WpVote
    Votes 3,322
  • WpPart
    Parts 20
I'm your biggest fan, I'll follow you until you love me. 🔞
Ephemeral. by ShiHirakoooo
ShiHirakoooo
  • WpView
    Reads 832
  • WpVote
    Votes 146
  • WpPart
    Parts 6
"Dua detak jantung yang menghitung mundur, satu kanvas yang merekam selamanya." Revan Ardhana adalah seorang pelukis berbakat yang dunianya hancur setelah divonis hanya memiliki sisa hidup satu tahun akibat penyakit tumor jantung. Kecewa dan marah pada takdir, Revan membuang impiannya untuk menjadi pelukis terkenal dan berniat menghela napas kecil di atap rumah sakit. Di sana, ia malah tak sengaja bertemu gadis cantik bernama Catherina Vallencia. Berbeda dengan Revan yang putus asa, Erine adalah gadis ceria yang justru divonis hidupnya tinggal setengah tahun lagi. Alih-alih meratapi nasibnya, Erine memilih tetap tersenyum dan terus menggambar untuk merekam keindahan dunia yang segera ia tinggalkan. Melalui coretan sketsa dan rahasia yang sengaja disembunyikan, Erine perlahan menuntun Revan kembali menemukan alasan untuk hidup, sebelum waktu benar-benar memisahkan mereka.
Gaze by lekalerang
lekalerang
  • WpView
    Reads 2,102
  • WpVote
    Votes 158
  • WpPart
    Parts 9
Malam datang. Kota kembali menyala, seolah tidak ada yang berubah. Lampu-lampu itu terang, tapi tidak cukup untuk menghangatkan apa yang sudah dingin. Pagi datang terlalu cepat. Selalu terlalu cepat. Karena waktu tidak pernah peduli apakah seseorang masih ingin tinggal di satu momen atau tidak. Ia akan terus berjalan, menarik semuanya pergi, termasuk kamu. Pergi. Lalu ulangi lagi.