LQY_20
- Reads 265
- Votes 40
- Parts 14
Jati cuma butuh uang tambahan untuk ongkos piknik keponakannya.
Maka setelah bertahun-tahun bekerja sebagai waiter di gay bar dan selalu menolak menemani tamu, malam itu ia membuat satu pengecualian.
Tamunya ganteng. Bersih. Tajir.
Dan yang terpenting ... mampu bayar.
Setidaknya begitu pikir Jati.
Sampai semuanya selesai dan Sagara Halim baru sadar dompetnya hilang.
Satu malam. Satu tagihan. Satu Koko Pengutang.
Jati menganggap dirinya sedang apes.
Lebih apes lagi ketika mereka bertemu kembali dan Jati mengetahui debiturnya ternyata seorang eksekutif kaya raya yang bisa melunasi tagihannya kapan saja.
Masalahnya, Sagara justru tidak berniat membayar terlalu cepat. Karena selama masih ada utang, Jati akan terus datang mencarinya.
Ketika bunga berubah menjadi alasan untuk bertemu, sebuah ciuman menghasilkan tagihan baru, dan transaksi satu malam mulai menyeret keluarga mereka ke dalam kekacauan yang sama, Jati mulai curiga ... mungkin sejak awal yang sedang dimainkan Sagara bukan uang.
SEX PAY LATER
Karena ternyata mencari cinta ala orang kaya bisa sangat sederhana...
Kalau krediturnya terlalu menarik untuk dilepaskan, jangan buru-buru lunasi utangnya. 🤣🔥