memei1_
- LECTURAS 3,981
- Votos 764
- Partes 24
Di antara dinginnya nestapa dan riuh penderitaan, Kanaya tumbuh di sebuah rumah yang tak pernah benar-benar mengenal arti pelukan. Di sana, kasih sayang terasa seperti bahasa asing, sementara luka menjadi satu-satunya bahasa yang fasih ia mengerti. Hari-harinya dipenuhi sunyi yang berisik-oleh bentakan, prasangka, dan serpihan harapan yang perlahan dipatahkan oleh tangan-tangan yang seharusnya menjadi tempatnya berlindung.
Ketika semesta terus menuntutnya menyerah, Kanaya menatap lurus sang penindas terbesar dalam hidupnya, menyuarakan ikrar yang tak akan pernah goyah oleh waktu:
"Dalam hidup Kanaya, Kanaya hanya merasakan jatuh cinta satu kali, Ayah. Dan itu tidak untuk Ayah. Tetapi untuk Andara, cinta selamanya Kanaya, untuk yang pertama dan yang terakhir."
Ini adalah kisah tentang dua jiwa yang saling menuntun di balik samar bayang-bayang masa lalu, prasangka, dan ancaman yang mengintai. Sebuah perjalanan merajut asa, tempat rasa cinta dan takdir saling bertaruh demi menemukan tempatnya berpulang.