aisyahaini
- LECTURAS 572
- Votos 104
- Partes 29
SMA CITRA BANGSA 03.
Sekolah bergengsi dengan akreditasi unggul, deretan piala, dan reputasi yang dielu-elukan. Dari luar, semuanya tampak sempurna.
Namun di balik dinding putih dan senyum para pendidik, ada kegelapan yang sengaja disembunyikan.
Perundungan dan perbudakan telah menjadi budaya turun-temurun. Dilanggengkan oleh para senior kelas dua belas, diwariskan kepada angkatan berikutnya. Korbannya selalu sama. Mereka yang lemah, miskin, dan tak punya siapa-siapa untuk membela.
Di sekolah itu, diam adalah bentuk kepatuhan.
Melawan berarti siap dihancurkan.
Light Star.
Enam sahabat yang menolak tunduk.
Enam siswa yang bertekad memutus rantai kekerasan yang sudah mengakar terlalu dalam.
Mereka tahu risikonya. Dijauhi. Difitnah. Dijadikan target.
Namun mereka juga tahu satu hal.
Jika tidak ada yang memulai, lingkaran ini tak akan pernah berakhir.
"Berani masuk," bisik ancaman itu bergaung di lorong sekolah,
"lo mampus."
Itulah hari ketika tantangan dimulai.
Akankah Light Star mampu bertahan menghadapi sistem yang lebih kejam dari sekadar para pembully?
Akankah mereka sanggup memutus tali perundungan yang telah diwariskan bertahun-tahun? Atau justru ikut menjadi korban?
Karena di SMA Citra Bangsa 03,
melawan bukan hanya soal keberanian...
tapi soal bertahan hidup.