Family
6 stories
AUNOIA by Ciciljoe
Ciciljoe
  • WpView
    Reads 145,072
  • WpVote
    Votes 12,887
  • WpPart
    Parts 49
Sebelum pergi, Hesa ingin coba peruntungan terakhirnya; dapat pelukan dari abang.
BROTHERS by Imajinati
Imajinati
  • WpView
    Reads 45,955
  • WpVote
    Votes 7,134
  • WpPart
    Parts 25
**Jangan plagiat, nyerempet copy paste** Satu rumah berisi Bapak-Ibu dan lima bujangnya, dengan si bungsu yang agak spesial, tumbuh kembangnya spesial, otaknya spesial, mulutnya spesial, perilakunya pun spesial.
Keluarga Hampir Cemara by ayuusaa
ayuusaa
  • WpView
    Reads 28,458
  • WpVote
    Votes 2,871
  • WpPart
    Parts 12
[ Family, Brothership] Bagi Abellio Chandrawinata, memiliki seorang mami bukan sekadar keinginan. Itu adalah mimpi yang tak berani ia harapkan lagi, sebab papi juga kedua kakaknya tidak pernah menunjukkan keinginan untuk mengabulkannya. Bukan tanpa alasan, dan Abel tahu itu. Awalnya, ia mencoba menerima bahwa sampai kapan pun, ia tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya mempunyai sosok mami. Namun, semuanya berubah ketika ingatan-ingatan asing mulai muncul. Potongan masa lalu yang terasa nyata, tetapi tidak pernah ia alami. Bersamaan dengan itu, kejanggalan demi kejanggalan terungkap membuat Abel mulai bertanya, apa yang sebenarnya telah dihapus dari hidupnya?
"JERRY" by Imajinati
Imajinati
  • WpView
    Reads 25,226
  • WpVote
    Votes 4,268
  • WpPart
    Parts 13
**Jangan plagiat, nyerempet copy paste** Kalo minat baca aje si rambut merah "JERRY"... 💐
Delam 1999 (Selesai)  by Imajinati
Imajinati
  • WpView
    Reads 988,575
  • WpVote
    Votes 61,413
  • WpPart
    Parts 86
**Jangan plagiat nyerempet copy paste** Butiran debu
SEMANJANA ✔ by dimplesfeel
dimplesfeel
  • WpView
    Reads 119,849
  • WpVote
    Votes 11,475
  • WpPart
    Parts 35
Di antara kebohongan, yang paling parah yang pernah Asthara lakukan adalah membohongi diri sendiri. Kata orang-orang, Asthara sangat berbeda dengan saudara-saudaranya. Asthara tidak ambisius seperti Nadim sang Kakak dengan segala kesempurnaannya, tidak bergairah seperti Kafa sang Adik dengan mimpinya yang menggebu-gebu dan tidak bermimpi besar seperti pemuda pada umumnya. Padahal ia hanya tidak bisa, ia punya tembok raksasa yang menjulang setinggi langit tepat didepan ujung kakinya, batas yang tidak boleh ia lewati. Setidaknya, begitulah kata sang Mama yang menanam kata-kata itu begitu dalam dikepalanya sehingga Asthara selalu merasa tidak pantas untuk apapun.