kara_aSKAra's Reading List
4 stories
ASKA'ra': To Get Happiness by sopmiee
sopmiee
  • WpView
    Reads 73,085
  • WpVote
    Votes 8,095
  • WpPart
    Parts 22
Note: brothership! Bukan BL! Konflik ringan! Update: 3/4 hari sekali (bisa cepet klo mood) . Dia bukan di usir, bukan juga dibuang. Dia cuma pengen ketenangan yang sialnya ga bisa dia dapetin di rumahnya. Orang orang manggil dia dengan sebutan 'si bisu' cuma karena di jarang ngeluarin suara. Bukannya malas atau mau sok cool, dia cuma gabisa langsung bicara tanpa ngerangkai dulu di otak. Beda lagi kalau lagi sendirian, mulutnya langsung ngoceh ga jelas sambil ngeluarin berbagai ekspresi yang ga pernah dia tunjukin ke orang orang. Namanya Askara Zarel Anendra, yang ditanya nama pasti jawabnya cuma Aska. Dia pergi dari rumahnya dan milih tinggal di kost kostan yang menurutnya biasa aja. tapi apa bener se 'biasa aja' itu?
 In the End, Not Me [ END ] by swevdainty
swevdainty
  • WpView
    Reads 28,308
  • WpVote
    Votes 2,172
  • WpPart
    Parts 27
He stayed. He waited. He loved. Tapi akhirnya... bukan dia yang dipilih. He gave his heart, his years, his soul. Dan dia dibalas dengan luka yang bahkan tak bisa dijelaskan. He loved in silence. Dia bertahan dalam luka. And still... he lost. They made a promise. Dia menepati semuanya. Yang satunya? Tidak pernah benar-benar mulai. To him, it was everything. Baginya, cuma sementara.
Revenge | BL by swevdainty
swevdainty
  • WpView
    Reads 1,001,791
  • WpVote
    Votes 74,435
  • WpPart
    Parts 52
Pernah nggak sih, lo jatuh cinta gila-gilaan sama pacar lo? Muji dia setiap hari, ngasih apa pun yang dia mau meski dompet lo kering, pamerin dia di media sosial, sampai bikin semua orang percaya kalau dia itu sempurna. Vehan juga begitu. Azkayres Vehan Abimana-cowok yang selalu bangga dengan pacarnya, yakin kalau cintanya tulus, yakin kalau pacarnya juga sayang, setia, dan nggak akan pernah mengkhianatinya. Tapi semua keyakinan itu runtuh dalam sekejap, waktu dia nggak sengaja mendengar kalimat yang keluar dari mulut orang yang selama ini dia perjuangkan. "Yang gue suka itu sahabatnya, bukan dia. Lagian mana mau gue sama cowok bodoh dan miskin kayak dia. Kalau bukan karena sahabatnya nempel terus sama dia, mana mau gue deket-deket sama dia?" Sekejap, dunia Vehan hancur. Luka itu berubah jadi dendam. Dan dengan senyum tipis, dia berbisik pelan, "Suka sama sahabat gue? Gue yang bakal bikin jalan cinta lo mampet, sialan." Vehan tahu satu hal: sahabatnya akan selalu lebih memilih dirinya. Dan dari situlah permainan dimulai.