velvetbloodd
- Reads 5,006
- Votes 627
- Parts 68
Bagi Perth Sukumpantanasan, rumah bukanlah tempat berlindung, melainkan sebuah monumen mati yang mengingatkannya pada masa lalu yang berantakan. Tumbuh sebagai anak tunggal dari seorang miliarder duda tanpa kehangatan kasih sayang membuat Perth menjelma menjadi CEO muda yang keras, judes, berlidah tajam, dan tidak tersentuh. Baginya, hidup adalah tentang efisiensi dan kontrol.
Namun, seluruh kendali itu runtuh saat ayahnya tiba-tiba memutuskan untuk menikahi seorang wanita paruh baya pemilik toko roti dan membawa anak laki-lakinya masuk ke dalam kediaman Sukumpantanasan
Bagi Perth, mereka tidak lebih dari sekadar penyusup oportunis yang datang untuk mengemis kemewahan.
Santa Pongsapak adalah definisi dari matahari pagi. Sebagai Anak SMA tahun ketiga, Santa adalah pemuda yang ceria, hangat, imut, manis, dan sedikit manja karena dibesarkan penuh cinta oleh ibunya. Di sekolah, ia adalah pusat semesta yang dikejar oleh banyak orang-termasuk gurunya sendiri, Mr. Force. Namun, ketika Santa melangkah masuk ke rumah barunya dengan koper besar di tangan, ia justru dihempaskan oleh badai es dan kekejaman dari kakak tiri barunya.
Perth bertekad menjadi mimpi buruk terbesar dalam hidup Santa. Setiap hari, Santa harus berhadapan dengan sindiran beracun, penolakan mentah-mentah, dan sikap judes Perth yang sengaja ingin mematahkan keceriaannya.
Namun, sekeras apa pun Perth mencoba membenci, pesona alami Santa yang tulus dan menggemaskan perlahan mulai merayap masuk ke celah-celah hatinya yang retak. Di balik dinding pertahanan Perth yang angkuh, ada luka masa kecil yang butuh disembuhkan. Dan tanpa Perth sadari, anak laki-laki yang selalu ia sebut "beban" itu ternyata adalah satu-satunya obat yang sanggup meredam kemarahannya.
Ketika benci perlahan terkikis oleh debaran yang salah, mampukah sang matahari mencairkan hati es yang teramat pahit itu? Atau akankah ego Perth yang setinggi langit justru memadamkan binar indah di mata Santa untuk selamanya