JDveyrss_
" Sudah dari kemarin rumah ini kosong, Nak."
Bak tersambar petir, Kalimat itu seperti gema yang memukul kepala Archen. Dia menatap rumah di depannya dengan sorot mata yang tajam, berharap wanita paruh baya di hadapannya sedang berbohong.
Tapi ... pintu yang terkunci, halaman yang berdebu, dan kesunyian yang menggantung, menjawab lebih jujur daripada kata-kata.
Nata pergi tanpa meninggalkan apa pun.
Tanpa pesan.
Tanpa alasan.
Tanpa pamit.
Sampai ...
tiga tahun berlalu, dan Archen bukan lagi orang yang sama. Sejak hari kepergian Nata, sisi lembut dalam dirinya perlahan ikut menghilang, digantikan oleh ke-bringasan yang tak dulu sempat menghilang sebelumnya. Dunia mengubahnya atau mungkin ... kehilangan itu yang melakukannya.
Tapi, Melupakan Nata? Tidak pernah.
Diam-diam Archen masih mencari, menyelidiki setiap jejak pria kecilnya itu, meski tak pernah menemukan titik terang. Nama Nata tetap hidup di kepalanya, menjadi luka sekaligus alasan ia terus berjalan.
Sebenarnya ... di mana Nata berada?
Apakah dia masih mengingat Archen seperti Archen mengingatnya?
Atau justru takdir sedang menyiapkan pertemuan yang tak pernah mereka duga?
Dan jika hari itu benar datang...
akankah Archen siap menatap kembali seseorang yang dulu memilih pergi?