⚡Halilintar 🌶️
155 stories
Their Last Mission by _ayeeeeee_
_ayeeeeee_
  • WpView
    Reads 100
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 6
"Maaf, aku baru datang" ujar pria bermanik ruby itu lirih, menatap gundukan tanah merah di tengah hujan. "...maaf komandan, sepertinya semua masih terlalu berat untuknya" Ochobot meminta maaf atas perlakuan Hali yang kurang sopan. "Tak apa, jika aku ada di posisinya, mungkin aku akan melakukan hal yang sama". ".....masih belum ya?" Gopal sebenarnya cukup prihatin melihat kondisi sahabatnya yang satu itu, tak peduli apapun yang mereka lakukan, Hali masih belum bisa bangkit dari dukanya. "....pasti berat baginya, berikan dia sedikit lebih banyak waktu" Qually ikut menghela nafas. ".....aku kangen kita yang dulu" Yaya menata punggung yang berjalan menjauh agak sempoyongan itu. Ia masih ingat jelas kehangatan dan kerusuhan yang selalu terjadi disekitar mereka, namun kini hanya hening yang menyapa. "Kita usahakan agar semuanya membaik" Ying mencoba tetap berpikir positif. 'Susah....' tentu saja Fang tahu akan hal itu. Adik-adik Hali adalah dunianya, saat mereka semua pergi meninggalkannya, Hali jatuh dalam jurang yang dalam. Satu-satunya yang bisa menyelamatkan Hali kini hanya adik-adiknya, tapi mereka tak bisa menghidupkan orang yang sudah mati.
sampai nafasmu berhenti dipelukan abang by BoBoiBoy6
BoBoiBoy6
  • WpView
    Reads 796
  • WpVote
    Votes 86
  • WpPart
    Parts 17
judul ~ sampai nafasmu berhenti dipelukan abang Not ship! No plagiat! Cerita ini mengisahkan dua bersaudara - Halilintar dan Taufan - yang hidup dalam bayang-bayang tragedi keluarga. Taufan lahir pada hari yang sama ketika ibunya meninggal setelah proses persalinan, dan ayah mereka tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sejak itu, Halilintar yang masih kecil dipaksa menghadapi kenyataan pahit: menjadi kakak sekaligus satu-satunya keluarga bagi adiknya, namun sekaligus terperangkap dalam rasa kehilangan yang begitu dalam. Selama bertahun-tahun, Halilintar tumbuh menyimpan amarah dan kesalahpahaman. Ia merasa kematian orang tuanya terjadi karena lahirnya Taufan, sehingga rasa sayang yang seharusnya diberikan kepada adiknya berubah menjadi sikap dingin, bentakan, dan kemarahan yang menumpuk. Sementara itu, Taufan - yang hanya tahu bahwa ia sangat menyayangi kakaknya - selalu berusaha mendekat dan membuat Halilintar bangga. Ketika tumbuh besar, Taufan mengidap penyakit jantung iskemik yang membuat tubuhnya semakin lemah, namun ia tetap bertahan karena satu alasan: kehadiran kakaknya. Meski dibentak dan dimarahi, ia tetap menganggap Halilintar sebagai satu-satunya orang yang ia miliki Warning ⚠️ BoBoiBoy hanya milik monsta, saya hanya meminjam karakter nya.
Apa Kalian Pernah Menganggap Aku Sebagai Seorang Abang? |OG| by gledek_merah
gledek_merah
  • WpView
    Reads 6,856
  • WpVote
    Votes 886
  • WpPart
    Parts 22
Helloww ini cerita Angst ya Semogaa sukaa 👉👈 Peringatan ⚠️ -Saya Hanya Meminjam karakter nya saja. -Cerita ini mengandung Angst dan Kematian ❗ -Jangan anggap ini serius Hanya fanfic ❗ "Apa Kalian Pernah Menganggap Aku Sebagai Seorang Abang?" "..." Halilintar pun menghela nafas berat. "Mungkin aku salah di mata kalian..."ucap nya pelan. "Dan Kalian benar...Aku hanya pembawa Si@l di mata kalian..."
RED BLUE PARADOX || HALITAU AU [OG] by cielsarchive
cielsarchive
  • WpView
    Reads 1,346
  • WpVote
    Votes 252
  • WpPart
    Parts 13
Cover fanart: @fish__ual (IG) | Design: naya4hawks [𝙍𝘽𝙋] "Merah itu peringatan, biru itu ketenangan." Tapi bagi Halilintar dan Taufan, aturan itu tidak pernah berlaku. Selamat datang di kehidupan Khalid Lintang dan Taufan Arkan-sepasang kembar dari keluarga Abipraya yg lahir hanya terpaut detik, namun tumbuh dengan sirkuit otak yg berbeda 180 derajat. Bagi orang lain, mereka adalah paradoks: dua sisi koin yg mustahil untuk selaras. Bagi Halilintar, hidup adalah tentang disiplin dan menjaga martabat keluarga Abipraya. Ia tidak peduli dengan ambisi orang lain, termasuk usaha Solarian Mahardika yg selalu mencoba melampauinya. Fokusnya hanya satu: memastikan segalanya tetap terkendali. Sayangnya, misi itu selalu terhambat oleh satu 'gangguan sistem' bernama Taufan Arkan-kembarannya sendiri yang hobi pulang dengan plester di mana-mana dan mulut yang seolah tidak pernah diajari kata diam. Ia seperti angin yg tak bisa ditangkap. Dia ceria, ceroboh, dan punya bakat alami untuk memancing urat saraf Halilintar sampai hampir putus. Di tengah hiruk-pikuk kelas 2-A yg dipenuhi para pencari masalah, Halilintar harus berjuang ekstra keras. Bukan hanya soal nilai atau reputasi, tapi juga memastikan kembarannya tidak kembali mengunjungi ruang BK (lagi). Karena bagi Halilintar, membiarkan Taufan berantakan adalah kegagalan terbesarnya sebagai seorang kakak. Merah yang setegas petir. Biru yang seringan angin. Ini bukan tentang menjadi serupa. Ini tentang bagaimana dua kutub yang berbeda tetap bertahan dalam satu ikatan darah-bahkan ketika badai terbesar sekalipun datang menghampiri. 1 ikatan, 2 warna. dan jutaan kekacauan yang tak pernah membosankan. Sampai suatu hari... salah satu dari mereka benar-benar kehilangan warnanya. --- "Bang, lo bencong ya? Kenapa gue gak pernah liat lo-" "Bacot." "NYES BANGET!" ⚠️ *karakter milik Monsta. Ini adlh karya fanfiksi *contains: angst, psychological drama, kata-kata kasar ringan *Disarankan untuk pembaca 13+
☘But, Why?〘~✺⁑Season 1⁑✺~〙 by CallMeFarraa
CallMeFarraa
  • WpView
    Reads 1,380
  • WpVote
    Votes 132
  • WpPart
    Parts 28
𝙃𝙖𝙡𝙤 𝙜𝙪𝙮𝙨𝙨!! Ini kali pertama ku bikin cerita di wattpad soo mungkin ini akan menjadi jelek, dan mohoon dimaafkan yaa . . . Sebuah keluarga Cemara yg berubah drastis karena sebuah kesalah pahaman, Dan Salah seorang anak sulung yg difitnah! apa yg akan terjadi diantara kedua belah pihak?! . . . 🌸Characters! Mc : Halilintar NPC : Taufan, Gempa, blaze, ais, duri, solar, Rev Hali, Rev Taufan(Villain), Rev gempa, Rev blaze, Rev ais, Rev duri, Rev Solar ۞𝙒𝙖𝙧𝙣!! -Only AU! (Alternative universe) -some blood(Darah) -adegan berbahaya -Pertengkaran saudara -Don't copy my Own Story!! -IB jika terinspirasi -Jelek?! -13-14+ Created by: Nananafa ☘THANK YOU FOR EVERY SUPPORTS!! Terimakasih banyak bagi yg sudah Vote~! ~𝐌𝐞𝐦𝐩𝐞𝐫𝐬𝐞𝐦𝐛𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧~
Hali's Death ✔ by isuka__
isuka__
  • WpView
    Reads 166,735
  • WpVote
    Votes 13,493
  • WpPart
    Parts 77
Saya nampak mereka. Saya bercakap dengan mereka. Tapi mereka tak peduli saya. Mereka tak lihat pun saya apabila saya bercakap. Mereka hanya lalu dan buat tak tahu. Tahulah saya ni pendiam. Tapi perlukah layan saya begini? Mereka tak tahu kah saya wujud? Apa salah saya? Ya,saya bersalah tapi saya dah minta maaf. Tapi kenapa mereka tak sanggup lihat saya ataupun bercakap dengan saya? -Hali- Apa salah Hali?Kenapa orang menganggapnya tidak wujud? Start:January 2017 End:22 June 2018
+13 more
Buta? by Sunrise_cloud
Sunrise_cloud
  • WpView
    Reads 97
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 2
"Berhentilah buta,Halilintar.apa kamu mau menyesal lagi untuk kedua kalinya?" Halilintar shirogane seorang yang biasa dipanggil adik adiknya orang "buta?" Karena kebutaan itu telah merusak segalanya bagi mereka Kematian datang beriringan dengan santainya,seakan akan nyawa yang di pertahankan itu tak ada harganya namun Halilintar mengalami kejadian "time travel" dan bersumpah untuk berhenti menjadi orang yang "buta?" Warning •kata baku/ga baku •kekerasan •kata kasar •OOC •typo bertebaran Sampul dari pinterest lalu di modifikasi(Nama artistnya ga tercantum)
TEDUH by astroST7
astroST7
  • WpView
    Reads 3,154
  • WpVote
    Votes 542
  • WpPart
    Parts 23
Halilintar tahu benar bahwa di mata adik-adiknya, ia adalah sosok yang dingin dan ditakuti. Ia tidak tuli; ia sering memergoki bisikan-bisikan yang menyebutnya "kakak yang galak" atau "si pemarah". Namun, Halilintar tidak peduli. Baginya, kebencian adik-adiknya adalah harga kecil yang bersedia ia bayar, asalkan mereka tetap berada di jalur yang benar. Sebagai sulung dari tujuh bersaudara, hidup tidak memberinya pilihan. Di saat ia baru berusia tujuh tahun, ia sudah dipaksa menjadi dewasa untuk mengurus enam adik yang jarak usianya hanya terpaut satu hingga enam tahun. Sementara itu, kedua orang tuanya hanyalah sepasang orang dewasa yang tidak pernah benar-benar tumbuh. Mereka gemar menambah anggota keluarga, namun berlepas tangan saat harus memikul tanggung jawab. Lulusan SMP bukan gelar yang Halilintar inginkan, melainkan pengorbanan yang ia ambil agar adik-adiknya bisa mengejar pendidikan yang lebih tinggi. Ia memilih menjadi kasar agar mereka disiplin, dan bersikap tegas agar mereka tidak rapuh. Ia tidak butuh dicintai, ia hanya ingin mereka berhasil. Sebab bagi Halilintar, membiarkan adik-adiknya berakhir menjadi "seperti dirinya" adalah kegagalan yang tidak akan pernah ia maafkan.