Al-Faqih_18
- Reads 168
- Votes 42
- Parts 66
Faqih, 18 tahun, adalah anak muda yang terlihat baik-baik saja.
Pendiam saat bertemu orang baru, tapi bisa bar-bar, reseh, dan toksik bercanda kalau sudah bersama teman-teman lamanya. Tawa dan kata kasar hanyalah topeng cara paling aman untuk menyembunyikan luka yang terlalu lama disimpan.
Di balik sikap santainya, Faqih memikul trauma keluarga yang pelan-pelan menggerogoti jiwanya. Rumah bukan tempat pulang, hanya sumber tekanan dan kata-kata yang meninggalkan bekas lebih dalam dari luka fisik. Ia belajar diam, menahan, dan bertahan.
Bisbol, basket, catur, motor, memasak, dan menulis menjadi pelarian. Di antara kebisingan Gen Z, Faqih mencoba memahami dirinya sendiri antara ingin sembuh, ingin pergi, dan ingin hidup tanpa rasa takut.
Ini bukan cerita tentang anak sempurna.
Ini kisah tentang anak muda yang lelah berpura-pura kuat, yang akhirnya memilih menjauh demi menyelamatkan diri.
Karena terkadang, pergi bukan tanda kalah
melainkan satu-satunya cara untuk tetap hidup.
感谢您阅读像我这样一团糟的人的故事,哈哈哈
📜✍️
感谢您阅读并完整地看完了我创作的故事。