Al-Faqih_18
Bangunannya tua, cat temboknya mulai mengelupas, dan tiap malam selalu ada suara aneh dari kamar mandi kadang tangisan, kadang tawa kecil yang bikin bulu kuduk berdiri.
Tapi herannya, justru di tempat kayak gini, tujuh anak muda malah nekat tinggal.
Raka : cowok cuek, sok berani, tapi gampang panik kalau listrik tiba-tiba mati.
Alisa : cewek bawel, cerewetnya ngalahin alarm, dan musuh abadi Raka sejak hari pertama mereka pindah.
Mereka berdua tinggal di kamar berseberangan, dan setiap hari selalu berdebat, dari hal sepele kayak "siapa yang makan mi instan terakhir" sampai "suara nangis jam dua pagi tuh asli apa prank?".
Lalu ada teman-teman kos lainnya:
Tomo, : gamer yang lebih takut kehilangan WiFi daripada ketemu hantu.
Dina, : anak jurusan psikologi yang sok paham "energi negatif", padahal tiap lihat bayangan aja langsung kabur.
Rio, : si penulis skripsi abadi yang katanya sering dikasih ide sama "penghuni lama".
Mita,: tukang gosip yang justru akrab sama semua hantu kosan.
Saka, ; penghuni paling tenang... atau justru paling misterius.
Setiap malam, selalu ada kejadian random yang bikin semua penghuni antara mau kabur atau ketawa:
Ada bantal yang tiba-tiba pindah sendiri, suara ketawa dari dapur, dan poster Raka yang tiba-tiba berdiri di tengah lorong.
Namun semakin lama mereka tinggal, semakin terasa kalau di balik semua keanehan itu... ada sesuatu yang benar-benar ingin diperhatikan.
Sampai akhirnya, satu malam listrik mati, pintu terkunci dari luar, dan semua orang mulai menyadari:
Yang mereka kira hanya kos murahan berhantu, mungkin sebenarnya punya cerita lama yang belum selesai.
Tapi ya... walau setakut apa pun, mereka tetap di sana.
Karena setiap jeritan selalu diikuti tawa, dan setiap ketakutan selalu berakhir dengan kehebohan yang gak masuk akal.
Di Kos 13, ketakutan dan kekonyolan hidup berdampingan.
Antara lari dari hantu atau dari tugas kuliah, hasilnya sama:
- mereka tetap teriak bareng 🤣💀
[ 𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓 ]