Yizhan
5 stories
Upside Down  by Airabozhan
Airabozhan
  • WpView
    Reads 29,518
  • WpVote
    Votes 5,286
  • WpPart
    Parts 33
Bxb lokal 🔞 Yizhan 💚❤️ Gue enggak ngerti kenapa bisa gue nikah sama Bocah Kampung modelan lo ya, Aidan. Enggak ngerti lagi gue!" "Serah elu ege. Padahal kalau lagi di bawah gue, yang minta lagi minta lagi, ya elu juga." "AIDAN!" "Jayyaang~" "Z! Nama gue pakai Z. Zayyan, bukan Jay apalagi Jayang!" "Bodo amat dah ah. Buat gue lo Jayyangnya gue~~" Najis! Zayyan itu anak ibukota banget. Tinggalnya bahkan di kawasan Kemang yang masuknya ke kawasan perumahan elit lama anak Jaksel. Mobil yang parkir di garasinya pun, itu bisa beli satu perumahan subsidi dengan minimal 30 KK, saking mahalnya. Sementara Aidan .... Cuma bocah kampung biasa, yang kebetulan punya empang lumayan gede. Juga kebon duren di sepanjang Jonggol. Enggak tahu kenapa bisa mereka nikah. Rahasia ilahi.. Bukan, deng. Tapi rahasia tetua! 1 April 2026, -Aira
MANTRA MADEVVA by Airabozhan
Airabozhan
  • WpView
    Reads 51,515
  • WpVote
    Votes 7,340
  • WpPart
    Parts 35
Bxb lokal 🔞 Yizhan 💚❤️ Homophobic jauh-jauh! 🚫 Madevva Janggala Bhumi. Dia ini ke Bali karena mendapat undangan dari teman kuliahnya dulu-Wira-untuk hadir di pembukaan restoran miliknya di Gianyar, Ubud. Niatnya juga hanya tiga hari saja. Begitu acara selesai, dia berjanji akan pulang. Karena izin yang didapat dari Ayah dan si Mbah, itu hanya tiga hari. Tapi seseorang yang duduk di deretan depan, dekat dengan para pemimpin doa, yang dilakukan sesuai adat istiadat setempat, mengubah seluruh rencananya. "Itu, siapa duduk di sana?" tanya Devva pada Wira. "Oh, itu cucunya Ida Pedanda. Pendeta Suci dari Wangsa Brahmana yang sudah memalui upacara Diksa. Paling di hormati di sini." "Kalian sudah punya Pendeta tinggi yang lebih paham, kenapa manggil aku loh?" "Masalahnya, di sini ada setannya, Devva. Kita butuh Dukun!" Devva mengangguk. Mereka sempat bertemu pandang, dan mata agak sipit bermanik kelam itu menguncinya. Hingga Devva memutuskan untuk tetap di Bali, dan urung pulang ke Yogya. Mengabaikan larangan Ayah dan juga si Mbah. Mengabaikan pula aturan keluarga yang sudah ada sejak dulu. "Namanya Ida Bagus Rajanendra Niskala. Kami memanggilnya Bli Raja. Memang pendiam dan enggak suka disentuh, Devva. Kabarnya, hanya lewat bersentuhan sedikit saja, beliau bisa tahu kematian seseorang." Senyum Madevva mengembang. "Gitu ya?" Menarik. Dan sudah dia putuskan, untuk tinggal di Bali lebih lama dari yang seharusnya. "Dia tinggal di mana? Aku mau cari rumah di dekat situ!" **** "Yan hana karma mwang phala, tan hana kawusananing janma." ~ Selama manusia masih berbuat dan menerima akibatnya, ia tak akan lepas dari siklus kelahiran dan kematian~~ November 2025 - Aira 💚❤️
Head Over Heels [COMPLETED] by mikoriiin
mikoriiin
  • WpView
    Reads 24,537
  • WpVote
    Votes 1,529
  • WpPart
    Parts 14
Sinopsis Hubungan itu dimulai di hari pertama mereka bertemu di tahun 1996 karena ketertarikan fisik. Tidak ada cinta atau semacamnya. Seperti kebanyakan lelaki yang harus memenuhi kebutuhan sex yang tidak bisa ditahan. Selama dua hari berada di kereta, entah berapa kali mereka tidur bersama seperti orang yang mabuk satu sama lain meskipun keduanya baru saja bertemu. Setelah hanya bertemu di kereta Xinjiang-Shanghai setiap bulan selama dua tahun. Xiao Sa yang sudah tergila-gila dengan Secretary Ye akhirnya mau dibawa untuk tinggal dengan lelaki itu di Shanghai. Xiao Sa merasa dirinya naif setelah menyadari dia benar-benar jatuh cinta pada Secretary Ye. Pria itu selalu menatapnya seperti dia adalah mangsa dan Xiao Sa menyukai sensasi itu. Tidak pernah seorang pun yang dia kencani sebelumnya, menatap seolah dirinya adalah makanan lezat yang tidak bisa dimakan oleh sembarang orang. Lalu akhirnya dia menyerah dan memutuskan untuk menerima kenaifan dirinya terhadap cinta yang berlebihan itu. Namun, hanya lima bulan setelah tinggal bersama. Secretary Ye...tiba-tiba menyuruhnya untuk pulang. Suatu pagi Xiao Sa terbangun dalam keadaan telanjang seperti biasa. Dia berpikir akan melihat pemandangan yang sama, yaitu Secretary Ye yang sedang memakai dasi dan bersiap untuk pergi menemui Bos Besarnya. Tetapi, dia malah disambut oleh sebuah kertas di atas meja di samping tempat tidur mereka. Surat paling singkat yang pernah Xiao Sa baca seumur hidupnya. 'Xiao Sa, aku harus meninggalkanmu untuk banyak hal penting. Aku tidak akan pulang lagi. Kita sudah selesai begitu kau membaca surat ini. Tiket keretamu sudah kubelikan, termasuk sejumlah uang yang sudah kutaruh di dalam tas. Kembalilah ke Xinjiang malam ini. Ye Mi.' Xiao Sa saat itu tertawa, lalu mengumpat dengan suara keras, "Bajingan sialan!"
[BL] Death Twice[YiZhan] [TAMAT] by Afrizal_Ahmad
Afrizal_Ahmad
  • WpView
    Reads 290,157
  • WpVote
    Votes 31,572
  • WpPart
    Parts 165
20-09-2025 Just Read it✌️ WARNING❗❗❗ THIS STORY HAS A LOT OF TRAUMATIC CONTENT