penamuslimah
Aira menyembunyikan luka masa lalunya di balik cadar, berusaha hidup tenang tanpa ingin membuka hatinya untuk siapa pun. Hingga hadir Farhan Al-Miqdad-lelaki yang lembut, penuh adab, dan menunggu tanpa memaksa.
Pertemuan itu perlahan mengajarkan Aira bahwa tidak semua kedatangan membawa luka baru; beberapa justru datang sebagai jalan untuk sembuh.