zxarhsb's Reading List
2 stories
Rumah Kedua  by Zhramadha
Zhramadha
  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 6
Dunia Luna runtuh di usianya yang ke-12. Pertengkaran orang tuanya yang diwarnai perselingkuhan telah memporak-porandakan jiwanya. Terkunci di kamar, ia hanya bisa mendengar suara-suara pilu yang menggema, menahan lapar, dan menelan setiap kata-kata penuh kebencian yang menusuk. Luka itu masih sangat basah dan membekas dalam ingatan. Saat harapan terasa sirna, Nenek Santi datang seperti malaikat penolong. Ia menjemput Luna, memeluk erat, dan membawanya ke rumah yang tenang di tepi pantai. Di sana, di tengah debur ombak dan indahnya senja, Luna mencoba menyusun kembali kepingan hatinya yang hancur. Ia tahu, trauma yang baru saja ia alami tidak akan hilang begitu saja. Namun, di balik semua luka, Luna menyimpan mimpi besar: menjadi seorang penulis dan memiliki toko buku sendiri, tempat di mana ia bisa menciptakan akhir cerita yang bahagia, sebuah kontras dari kisah pahit yang pernah ia alami.
Christy, Penulis Cilik Berhati Baja by zxarhsb
zxarhsb
  • WpView
    Reads 540
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 10
Christy, si bungsu dari lima bersaudara, terlahir lumpuh. Fisiknya lemah, sering diserang penyakit parah seperti asam lambung dan asma, bahkan mengharuskannya sering naik meja operasi. Namun, semua keterbatasan fisik itu gagal memadamkan semangatnya. Sejak kelas 3 SD, ia jatuh cinta pada dunia kata-kata, merangkai novel, puisi, dan kata-kata inspiratif. ​Pada usia 12 tahun (kelas 6 SD), Christy mendadak terkenal sebagai penulis muda fenomenal. Ia didukung penuh oleh Ayah Sean, Mama Gracia, dan ketiga kakaknya (Bang Aran, Kak Eli, dan Kak Chika). Tetapi, perjuangannya tidak mudah. Ada satu kakaknya, Bang Zean, yang kecewa karena Christy lebih memilih pena daripada kuas seniman, menciptakan konflik batin di tengah perjuangan Christy melawan penyakitnya. ​Inilah kisah tentang ketangguhan jiwa yang melampaui kelemahan raga, dan bagaimana kata-kata menjadi obat yang tak pernah gagal.