lppyyyy
Di sebuah desa terpencil bernama Gnosicora, hidup seorang remaja bernama Fey Antheia. Dikenal sebagai sosok kutu buku yang pendiam dengan sedikit sisi pemberontak, Fey lebih sering menghabiskan waktunya di bawah bayang-bayang pohon apel tua bersama tumpukan literatur tebal daripada berbaur dengan penduduk desa lainnya. Baginya, dunia di dalam buku jauh lebih nyata daripada realitas di sekitarnya.
Namun, ketenangan Fey terusik ketika takdir mempertemukannya dengan Calista Galene, seorang gadis pendatang baru yang membawa keceriaan layaknya musim semi. Pertemuan yang tidak disengaja di bawah rindangnya dahan apel itu ternyata menjadi awal dari sebuah ikatan yang tidak terduga. Saat jemari mereka bersentuhan dalam sebuah jabat tangan, Fey merasakan waktu seolah melambat, memberikan kedamaian yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Mengetahui bahwa mereka memiliki kegemaran yang sama terhadap buku, keduanya pun mulai merajut persahabatan yang erat. Di bawah langit Gnosicora yang perlahan berubah jingga, sebuah janji diucapkan: Fey akan menunjukkan sisi-sisi tersembunyi desa tersebut kepada Calista.
"Gugurnya Lamprocapnos spectabilis" adalah sebuah kisah tentang pertemuan dua jiwa yang saling mengisi di tengah kesunyian desa. Ini adalah catatan tentang keindahan persahabatan, rahasia-rahasia yang tersimpan di antara lembaran buku, dan bagaimana setiap momen yang berharga-seperti mekarnya bunga hati yang berdarah (Lamprocapnos spectabilis)-harus dinikmati sebelum waktu membawanya pergi.
Akankah janji yang terukir di bawah pohon apel itu tetap abadi, ataukah ia akan layu seiring dengan berubahnya musim di Gnosicora?