ddyblue
- Reads 128
- Mga Boto 39
- Mga Parte 20
Bagi Januar, menguasai panggung, memikat ribuan pendengar radio, dan mematahkan argumen lawan lewat seni retorika adalah hal sepele. Sebagai mentor utama di UKM Radio Kampus, ia dikenal kaku, dingin, dan perfeksionis. Baginya, suara adalah aset logis yang harus tertata rapi sesuai skrip.
Profesionalitas adalah harga mati.
Sampai akhirnya, Kinanti datang. Gadis magang dengan warna suara yang hangat dan kepribadian ceria itu mendadak mengacaukan frekuensi hidup Januar. Kinanti bukan sekadar anak didik yang harus ia latih artikulasinya, melainkan satu-satunya gadis yang mampu meruntuhkan seluruh pertahanan logika Januar hanya dengan sebuah senyuman.
Di depan mikrofon studio, Januar mungkin bisa mengontrol intonasi bicaranya dengan sempurna. Namun, di luar skrip siaran, dia kehilangan kendali atas hatinya sendiri-terlebih trauma masa lalu masih membayangi. Ketika luka lama belum sepenuhnya sembuh, akankah Januar berani menyiarkan perasaan barunya, atau memilih mematikan mikrofon hatinya selamanya?