yuliazahra135
Tiga tahun setelah Pertempuran Hogwarts yang menghancurkan, Draco Malfoy menjalani hidup dalam pengasingan di Paris. Ia mencoba melepaskan diri dari warisan nama Malfoy dan bayang-bayang masa lalunya yang kelam. Namun, suara hati nurani dan rasa bersalah terhadap para korban perang, terutama anak-anak yang menjadi yatim piatu, terus menghantuinya.
Didorong oleh kebutuhan untuk penebusan sejati, Draco memutuskan untuk kembali ke London. Misinya: mendirikan 'The Haven' (Asylum), sebuah panti asuhan dan pusat rehabilitasi yang didedikasikan untuk anak-anak penyintas perang dari kedua belah pihak.
Kepulangannya mengguncang dunia sihir, terutama di mata Harry Potter, Sang Pahlawan Perang. Harry, yang kini seorang Auror senior, secara profesional dan pribadi harus berurusan dengan mantan musuh bebuyutannya. Kemitraan yang dipaksakan ini, yang berawal dari ketidakpercayaan dan kecurigaan, perlahan-lahan melepaskan lapisan permusuhan lama.
Saat Draco, ditemani oleh Pansy Parkinson dan Theodore Nott, berjuang untuk mewujudkan visinya di tengah penolakan Kementerian dan prasangka masyarakat, ia menemukan Harry selalu ada di dekatnya-mulai dari menjaga keamanan panti asuhan hingga berbagi secangkir teh larut malam. Di antara reruntuhan, tawa anak-anak, dan perjuangan untuk mendapatkan penerimaan, kebencian yang mendidih berubah menjadi rasa hormat, lalu persahabatan, dan akhirnya, sebuah cinta terlarang yang rumit.
Akankah Draco benar-benar menemukan penebusan, dan akankah Harry, Sang Anak Laki-Laki yang Bertahan Hidup, berani mempertaruhkan segalanya untuk mencintai mantan Pelahap Maut di dunia yang masih menuntut kesetiaan yang jelas?