Gadispena1309
- Reads 968
- Votes 77
- Parts 12
Seno hidup lewat lensa kamera. Bagi Seno, fotografi bukan sekedar pekerjaan. Ia adalah cara memandang dunia, mengabadikan setiap detik momen yang berlalu, tidak boleh berubah dan tak boleh hilang.
Dan ketika Seno menemukan cintanya, ia merasa menemukan sosok sempurna yang selama ini ia cari.
Setiap sudut, setiap ekpresi, setiap detail wajah sang kekasih, semuanya menjadi sasaran bidikan kameranya.
Seno tak sekedar mencintai, ia terobsesi untuk memiliki, untuk merekam setiap inci sosok itu agar tak bisa pergi darinya.
Namun, dibalik bidikan itu, apakah yang ia rasakan adalah cinta sejati, atau sekedar keinginan egois untuk menjadikan orang tercintanya berada di bawah kendalinya?