rycxoo
- LECTURAS 1,829
- Votos 71
- Partes 102
"Di lintasan balap, kesalahan satu milidetik berarti kehancuran. Di hadapan Serena Davinca, logika Kenzo Valerius-lah yang hancur."
Kenzo Valerius adalah sebuah anomali di dunia Formula 1. Sebagai rookie yang dijuluki 'The Ice Strategist', dia tidak membalap dengan nyali, melainkan dengan kalkulasi matematis yang sempurna. Baginya, emosi adalah variabel yang harus dibuang jika ingin mencapai podium. Dia dingin, tidak tersentuh, dan tidak pernah membiarkan siapa pun masuk ke dalam zona nyamannya.
Lalu hadir Serena Davinca.
Seorang wanita dengan kecantikan yang mengintimidasi dan otak yang lebih tajam dari mesin mobil balap manapun. Serena bukan sekadar penonton; dia tahu rahasia di balik setiap tikungan dan dia tahu bahwa di balik topeng dingin Kenzo, ada ambisi yang bisa membakar dirinya sendiri.
Kenzo selalu berpikir dia bisa mengendalikan segalanya. Namun, Serena adalah satu-satunya variabel yang tidak bisa ia hitung.
Saat kecepatan mencapai 300 km/jam, garis antara persaingan dan obsesi menjadi kabur. Di dunia yang bergerak begitu cepat, apakah Kenzo akan memilih untuk tetap di jalurnya, atau membiarkan Serena menjadi satu-satunya pit stop tempat hatinya akhirnya berhenti?