ChoMarrie
Ira adalah satu-satunya siswa yang paling normal di antara mereka semua. Setiap orang di tempat ini selalu mengenakan topeng kesempurnaan yang menyebalkan. Tak ada suara yang diizinkan. Tempat ini dipenuhi peraturan dan setiap peraturan perlahan merampas akal sehat Ira.
Setiap malam, tepat tengah malam, Ira selalu menuju menara bintang. Di sana, ia bermonolog, mencurahkan isi kepalanya pada benda-benda langit yang menggantung sunyi di angkasa, berusaha agar kegilaan tak sepenuhnya menguasainya. Ira merasa begitu kesepian. Para siswa sempurna itu membosankan. Tempat ini adalah neraka kesunyian bagi Ira.
Hingga suatu peristiwa di menara bintang mengubah segalanya. Pertemuannya dengan Ael dan Lumi membuat Ira tak lagi merasa sendiri. Untuk pertama kalinya, ia merasa bahagia, merasa didengar.
Ia berharap kebahagiaan ini dapat bertahan, selama yang ia harapkan.