cheilla_write
- Reads 10,719
- Votes 2,150
- Parts 39
🚫 No plagiarism.
Cerita ini murni lahir dari imajinasi dan kreativitas penulis.
Sebelum membaca, tinggalkan jejak kalian dengan vote dan komentar.
Dukungan kalian sangat berarti untuk perjalanan cerita ini. 🤍
Cinta adalah Belati Paling Tajam
Bagi Velona, mencintai Duke Lucas adalah sebuah pengabdian suci yang berakhir dengan penyiksaan. Bertahun-tahun ia memuja pria itu dari bayang-bayang, namun pernikahan yang ia impikan justru berubah menjadi altar jagal. Di bawah tatapan dingin sang suami yang tak memiliki nurani, Velona dipaksa bersujud di atas lantai marmer yang bersimbah darah darah dari wanita yang ia bunuh karena cemburu, dan darahnya sendiri yang akan segera tumpah.
"Nyawa harus dibayar dengan nyawa!"
Raungan Lucas adalah melodi terakhir yang ia dengar sebelum logam dingin memenggal napasnya. Di ambang kematian yang mengerikan, sebuah sumpah dikirimkan pada semesta: jika ada kehidupan kedua, ia takkan lagi menjadi korban. Ia akan menjadi sang eksekutor.
Terbangun di masa lalu saat punggungnya masih tercabik luka cambuk sang Duke, Velona menyadari takdir memberinya kesempatan kedua.
Namun, ia tak lagi datang membawa cinta yang tulus. Kali ini, ia membawa racun yang dibungkus dengan pesona.
Di tengah intrik istana Kerajaan Alverion yang mematikan, Velona memulai langkah catur perdananya.
Ia tidak ingin sekadar bercerai; ia ingin Lucas merasakan kehancuran yang sama. Strateginya sederhana namun mematikan: Membuat sang Iblis jatuh cinta padanya, lalu membiarkan pria itu mati kehausan di dalam cintanya sendiri.
"Dahulu aku mati karenamu, Lucas. Kini, biarlah cintamu yang membunuhmu pelan-pelan."
Cover by~pinterest.