LovinFayMay
"Lima tahun adalah waktu yang cukup untuk membangun tembok, tapi tidak pernah cukup untuk menghapus sebuah nama."
Fay Kanyapatsorn dan May Yadanarin adalah dua kutub yang menolak bersinggungan. Sejak malam di bawah hujan Bangkok lima tahun lalu, saat Fay memutus semua komunikasi tanpa satu kata penjelasan, mereka telah menjadi orang asing. Mereka belajar untuk saling mengabaikan, bahkan saat harus berdiri di sisi net yang berlawanan di berbagai turnamen nasional.
Namun, "keheningan" itu hancur saat mandat dari Tim Nasional Thailand turun, dimana mereka harus kembali berpasangan.
Kini, di tengah Pusat Pelatihan yang pengap oleh udara panas dan tajamnya aroma minyak otot Namman Muay, Fay dipaksa menghadapi "Ice Queen" dalam dirinya yang mulai retak. Setiap operan shuttlecock dan sentuhan tak sengaja di lapangan menjadi siksaan yang manis sekaligus menyakitkan.
Sementara itu, May hadir dengan kedewasaan yang mengintimidasi, sebuah ketenangan yang tidak membalas luka dengan amarah, melainkan dengan pertanyaan yang tak kunjung terjawab.
Di atas lantai hijau yang licin oleh keringat dan air mata, mereka menyadari satu hal, untuk memenangkan medali emas bagi negara, teknik sehebat apa pun tidak akan berguna jika hati mereka masih bergetar di frekuensi yang berbeda.
Dapatkah mereka meraih podium tertinggi tanpa harus kehilangan hati untuk kedua kalinya? Ataukah mereka ditakdirkan untuk tetap menjadi gema yang sunyi di antara garis lapangan yang sama?
~ Update Dua Hari Satu Bab Yaa😉