Axela_nw
|| Erine Dom ||
|| Mampir bang, selesaikan dua bab dulu baru di skip ||
"Hah... sumpah ngeselin." Ia menutup buku dengan bunyi thump, lalu menatap langit-langit seolah pangeran di cerita itu ada di sana.
"Yaelah, Del. Sama aja kayak cerita lainnya."
Ia bangkit setengah duduk, ekspresinya penuh kejengkelan. "Cewek protagonis lemah dari kalangan bawah, hidupnya sengsara, terus-jreng!-dikejar pangeran bego. Yang lebih tolol lagi, si pangeran ninggalin tunangannya sendiri." Erine mengibaskan tangan kesal.
"Padahal jelas-jelas tuh tunangan cantik, bohay, pinter, berkelas. Paket lengkap anjir."
"Judulnya pun lebay, apa coba? 'Gadis Biasa Pilihan Pangeran'. Harusnya diganti jadi-" Erine berhenti sejenak, lalu menyeringai sinis.
"'Cowok Tolol Gak Tahu Milih Pasangan Hidup'."
Delynn akhirnya berhenti menulis. Pena di tangannya tertahan di udara. Ia menoleh perlahan, menatap Erine dengan ekspresi antara heran dan capek.
"Udah gila lu?" katanya. "Marah-marah cuma gara-gara cerita novel." Ia menghela napas, lalu menutup bukunya sendiri sebentar. "Kalo kesel, maki aja authornya di Twitter, jangan berisik di kamar gue."
Erine membuka mulut, tapi belum sempat membalas.
"Satu lagi, tadi kan niat lu kesini buat ngerjain tugas." Delynn melanjutkan, menatap tumpukan PR yang belum tersentuh.
"Bukannya bantuin gue ngerjain PR, malah debat sama karakter fiksi."
Erine terdiam. Lalu, tanpa sadar, ia menurunkan pandangannya ke buku itu lagi-jari-jarinya masih mencengkeram sampulnya.
"...Tapi tetep aja," gumamnya pelan, setengah kesal, setengah nyolot. "Si pangerannya emang tolol."
Delynn memutar mata. "Bodoamat nyet! Kelarin tugas dulu, ngomelnya entar aja."
"Kapan?" tanya erine sok polos.
"Kalo pacar halu fiksi lu itu nyata, terus di perkosa Jule!"
(••••••••••••••)
"Anjir del, kita dimana? Kok baju Lo kayak gembel sih."
"Ngaca dulu lu pepek!"
NO COPY2