fachanova_
"Gue cuma buka kos-kosan, bukan buka pendaftaran calon pacar!"
Bagi Fasya, mahasiswi Manajemen Bisnis semester akhir, mengelola Kosan 'No 5' adalah proyek serius untuk masa depannya. Rencananya sederhana: kelola aset, terima uang sewa, dan lulus dengan tenang. Namun, rencana itu berantakan saat ia mendapati lima penghuni pertamanya adalah paket komplit masalah dalam wujud cowok-cowok spek idaman dengan kepribadian yang saling bertolak belakang.
Ada Arkan, si cowok chill yang selalu ada dengan helm cadangannya.
Kenzo, si tuan muda ambisius yang ingin mengatur segalanya.
Gibran, si mood booster yang jago mengambil hati lewat masakan.
Revan, si genius irit bicara yang peka secara tidak terduga.
Dan Julian, si seniman nyentrik yang menjadikan Fasya sebagai satu-satunya objek fotonya.
Hidup di bawah satu atap dengan lima laki-laki ternyata tidak semudah teori di buku kuliahnya. Batasan profesional yang Fasya bangun perlahan runtuh saat perhatian-perhatian kecil mulai berubah menjadi persaingan dingin di ruang tamu.
Di antara tawa di dapur, perdebatan di meja makan, dan rahasia yang tertinggal di rooftop saat golden hour... kepada siapa hati sang ibu Kos akan berlabuh?
Karena di rumah ini, setiap sudutnya punya cerita, dan setiap rasanya punya nama.
"Karena terkadang, rumah bukan soal tempat, tapi tentang siapa yang paling keras berjuang untuk menetap."