blackrosedf
Satu bulan sandiwara email yang melibatkan Liu Yang akhirnya berakhir, meninggalkan kejujuran yang pahit namun melegakan bagi semua pihak. Namun, bagi Zhang Wei, kepulangannya ke Sydney justru menjadi awal dari sebuah kegelisahan baru. Ia menyadari bahwa esensi jiwa, puisi, dan kedalaman rasa yang selama ini ia puja di dalam email bukanlah milik sang mantan calon tunangan, melainkan milik Qin Zhen-pemuda tunarungu setinggi 180cm yang hidup dalam kesunyian studionya di Hangzhou.
Apa yang awalnya dianggap Zhang Wei sebagai sekelebat kisah yang tak penting, perlahan berubah menjadi kerinduan yang menggebu. Lewat untaian pesan singkat dan pertukaran foto keseharian yang intim di balik layar, jarak ribuan kilometer antara Sydney dan Hangzhou perlahan terkikis. Dua pria yang berbeda dunia ini mulai membangun frekuensi mereka sendiri-sebuah hubungan romantis yang intens, rahasia, dan mendebarkan.
Di tengah musim semi Hangzhou yang hangat, Qin Zhen yang terbiasa menarik diri dari dunia kini harus menghadapi debaran asing yang terus mengusik pertahanan hatinya. Sementara itu, Liu Yang mulai mencium ada sesuatu yang disembunyikan oleh sahabatnya.
Saat pesan singkat dan foto digital tidak lagi cukup untuk meredam rasa rindu, Zhang Wei memutuskan untuk mengambil langkah nekat. Ia kembali ke Hangzhou, bukan untuk menuntut sebuah penjelasan, melainkan untuk menjemput pria yang telah menjadi "suara" paling nyaring di dalam kepalanya. Ini adalah kisah tentang bagaimana kesunyian tidak pernah benar-benar sepi ketika dua hati menemukan cara untuk saling mendengar.