akumonosozoo
- Reads 657
- Votes 412
- Parts 10
Terkadang, warna terindah justru hadir dari mata yang tidak bisa melihat.
Devan Benggala adalah "laki-laki monokrom."
Ia terkurung dalam labirin kuliah kedokteran yang monoton, mengubur dalam-dalam kanvas dan kuas demi memenuhi harapan orang lain. Dunianya hanya berisi putih, hitam, dan abu-abu, seolah jiwanya menolak untuk merasakan gairah.
Sampai ia bertemu Joanna. Seorang gadis dengan keanehan yang menarik, ia buta warna. Tapi kehadirannya justru menjadi percikan pigmen pertama yang berani menodai kehidupan Devan yang steril. Joanna mengajarkannya bahwa warna bukan hanya tentang apa yang dilihat mata, tetapi apa yang dirasakan hati.
Hati Devan yang terbuat dari sketsa mulai menuntut untuk diwarnai, sebuah pemberontakan diam-diam atas takdir yang ia terima dengan sukarela.