cet_rineee
- LETTURE 6,640
- Voti 955
- Parti 42
Keonho dikenal sebagai ketua OSIS yang tenang, tertib, dan selalu memegang aturan. Hidupnya rapi-sampai Seonghyeon datang.
Seonghyeon adalah kebalikannya: pendiam, sering melanggar aturan kecil, dan menyimpan luka keluarga yang membuatnya perlahan menjauh dari dunia. Perubahan sikap Seonghyeon membuat Keonho gelisah. Bukan marah-melainkan peduli, dengan cara yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Di tengah konflik keluarga Seonghyeon, perceraian orang tuanya, dan tuntutan hidup yang memaksanya bekerja paruh waktu, Keonho memilih bertahan. Ia mencari, menunggu, dan belajar mendekat tanpa memaksa. Bersama Juhoon-sahabat Seonghyeon-serta Martin dan James dari OSIS, Keonho menyadari bahwa cinta tidak selalu soal menyelamatkan, tapi hadir dan tidak pergi.
Tarik-ulur pun terjadi. Godaan Keonho yang tengil, keberanian Seonghyeon yang tumbuh pelan-pelan, hingga momen-momen di depan umum yang menguji nyali dan perasaan. Dari salting kecil sampai keberanian memeluk, cerita ini bergerak dari luka menuju pulih-tanpa menghapus masa lalu, tapi menerimanya.
"Aku aman sama kamu."
"Dan aku di sini, selama kamu mau."
Ini adalah kisah tentang dua orang yang belajar percaya-pada orang lain, dan pada diri sendiri