Kento0625
- Reads 613
- Votes 158
- Parts 11
Sebuah brosur sederhana yang menempel di tiang-tiang jalan menawarkan sesuatu yang terdengar mustahil: apartemen khusus untuk mereka yang ingin pulih. Tanpa banyak penjelasan, hanya janji tentang ruang aman, konseling terarah, dan kesempatan untuk memulai ulang. Delapan orang tua, dengan harapan dan keputusasaan masing-masing, mengirim putri-putri mereka ke tempat itu.
Carmen hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah karena selamat dari kecelakaan tabrak lari yang merenggut sahabatnya. Jiwoo menyimpan ambisi dan kemarahan yang tak pernah diakui orang tuanya. Yuha memilih diam sejak kehilangan pendengarannya, membangun dinding sunyi yang sulit ditembus. Stella tak bisa berdiri sendiri di ruang gelap tanpa rasa panik yang mencengkeram. Juun dihantui insomnia sejak kecelakaan motor yang melibatkan dirinya dan saudaranya. A-na, yang terusir dari rumah karena menolak hidup dalam aturan yang mengekang. Ian merasa dirinya hanya beban karena tubuhnya yang rapuh. Sementara Yeon hidup dalam ketakutan setelah lama menjadi sasaran perundungan.
Di bawah pengawasan pengelola apartemen dan sesi pemulihan yang tak biasa mulai dari terapi kelompok, tugas-tugas kepercayaan, hingga malam-malam berbagi cerita di ruang tengah-mereka perlahan menyadari bahwa luka tidak selalu harus disembunyikan. Pertengkaran, kesalahpahaman, dan air mata menjadi bagian dari proses yang tak mudah. Namun di sela-sela itu, tumbuh sesuatu yang tidak pernah mereka duga yaitu persahabatan.