zhang_shi99
- Reads 592
- Votes 57
- Parts 101
Menjelang hari kelulusan, Gaotu punya hobi yang lebih penting daripada menyusun skripsi: membuat Shen Wenlang kehilangan kendali. Kemeja yang terlalu besar, kancing yang sengaja terbuka, tatapan mata yang mengundang, sentuhan di tempat paling sensitif, dan feromon yang dilepaskan dengan sengaja - semua adalah senjata yang ia gunakan satu per satu, perlahan, menikmati reaksi pria itu.
Shen Wenlang yang biasa menguasai segalanya, kini terjebak dalam pertempuran batin: genggaman mengepal hingga memutih, rahang mengeras, napas memburu, mata menggelap penuh lapar... tetapi ia menahan diri. Ia menetapkan batas, Gaotu dengan senang hati melompatinya. Ia meminta Gaotu berhenti, omega itu justru semakin mendekat.
Sebuah tarik-menarik yang manis sekaligus menyiksa - di mana Gaotu terus melempar umpan, dan Shen Wenlang terus menelan kailnya... namun tidak pernah menariknya sepenuhnya. Sampai suatu hari, godaan sang omega melampaui batas kesabaran yang tersisa, dan bendungan yang ditahan selama ini akhirnya jebol.
"Dia melempar umpan, aku yang terjebak. Dan aku tak pernah ingin dilepaskan." - Shen Wenlang
"Aku tidak ingin dia memakanku... aku ingin dia berusaha menahannya, lalu gagal." - Gaotu