aqufastory_
- LETTURE 20,967
- Voti 894
- Parti 51
Humaira, mahasiswi Sastra Indonesia, menjalani hidup ganda sebagai santri dan pengurus pondok putri di pesantren tradisional milik keluarga Kyai Hasyim. Hidupnya penuh rutinitas: kuliah pagi, ngaji malam, dan mengurus puluhan santri yang tidak selalu patuh. Tapi di balik sosoknya yang tegas dan lembut, ia menyimpan kegelisahan yang hanya bisa ia tuangkan lewat tulisan dan doa-doa yang lirih.
Kedatangan Gus Fawwaz, putra sulung Kyai Hasyim yang baru pulang dari studi di Yaman, mengubah ritme diam-diam di pesantren. Gus Fawwaz bukan tipe yang banyak bicara. Tatapannya tenang, adabnya terjaga, tapi matanya seperti menyimpan tanya. Pertemuan-pertemuan tanpa rencana mulai terjadi: saat mengurus jadwal ngaji, saat diskusi buku, dan saat tak sengaja melihat puisi di mading santri.
Tanpa mendahului rasa. Jarak adalah penjaga, dan setiap lirikan bisa menjadi fitnah.
Apakah setiap rasa harus memiliki nama?
Ataukah cukup disimpan sebagai doa yang tidak pernah dituntut jawabannya?
🏅1#cintadalamdiam (16 Oktober 2025)
🏅1#pondok (23 Oktober 2025)
🏅1#anakkyai (26 Oktober 2025)
🏅1#santri (11 November 2025)
aqufa.story_
26 Juni 2025-11 November 2025