Bharat
6 stories
Asha : Cakra Takdir  by milqymatcha
milqymatcha
  • WpView
    Reads 1,392
  • WpVote
    Votes 128
  • WpPart
    Parts 12
Di balik tabir waktu dan takdir, ada dua jiwa yang selalu mencari satu sama lain-Asha dan Devan. Cinta mereka telah terpatri sejak kehidupan pertama di zaman kuno. Sejak itu, mereka telah terlahir kembali, di kehidupan yang berbeda, dengan latar belakang yang berbeda, namun cinta mereka tetap sama-abadi, namun tak pernah utuh. Setiap kehidupan memberikan mereka harapan baru, kesempatan untuk bersama. Namun garis takdir menjadi musuh terbesar mereka yang selalu memisahkan sebelum cinta mereka sempat benar-benar berkembang. Seolah-olah semesta sendiri menolak mereka bersatu. Kini di kehidupan ketujuh-masa modern yang penuh teknologi dan kebebasan. Tanpa sadar, mereka perlahan mengingat masa lalu mereka, setiap pertemuan kembali menyulut bara cinta yang belum padam. Namun, waktu mereka tidak banyak. Sebuah ramalan kuno menyebutkan bahwa kehidupan ketujuh adalah kesempatan terakhir mereka-jika mereka gagal bersatu di kehidupan ini, roh mereka akan terpisah selamanya. Akankah mereka akhirnya bisa melawan takdir dan bersama? Atau akankah cinta mereka kembali menjadi kenangan yang tak selesai?
Anaya: Tr̥tīya Patnī Rēkodara Bhīma by Siiyaa
Siiyaa
  • WpView
    Reads 8,887
  • WpVote
    Votes 825
  • WpPart
    Parts 29
Rajkumari Anaya dari Malava adalah salah satu dari istri-istri Bhima, bersama dengan Dewi Hidimbi, ibu dari Ghatotkacha, dan Draupadi, istri kelima Pandawa. Ia menjadi istri ketiga Rekodara Bhima, diperoleh bukan karena perjodohan politik, tetapi karena keberanian dan cintanya yang tulus. Kisah mereka bermula dari pertemuan tak terduga di Indraprastha, hingga Bhima memenangkan hatinya dalam duel kehormatan di tanah Malava.
SACRED LOTUS OF THE KURU DYNASTY  by Kalamarfira_
Kalamarfira_
  • WpView
    Reads 10,318
  • WpVote
    Votes 181
  • WpPart
    Parts 1
Rajkumari Suthanu, Namanya indah seperti parasnya. Putri Indraprastha yang tak memaksa untuk dikenang - namun namanya tercatat dengan rapi oleh takdir. Ia Lahir dari Raja dan Ratu yang agung di Aryavarta. Saat ia lahir, langit tak bersuara, dan bumi pun menggigil dalam keheningan. Indraprastha bersinar seketika, seolah menyambut datangnya jiwa yang akan memberi perubahan ditanah itu. Dewa Surya seakan menyambut kehadirannya dengan penuh sukacita. Cahayanya membawa kehangatan, bukan hanya di Indraprastha, tapi bagi mereka yang telah lama terkurung dalam dinginnya kehilangan. Api dan dharma mengalir dalam tubuhnya. Putri yang tumbuh dari keseimbangan antara api dan embun. Wajahnya menyimpan kedamaian sang ayah, namun sorot matanya menyala oleh keberanian sang ibu. Setiap langkahnya adalah doa, suaranya adalah hukum yang tak diucap, senyumnya adalah penenang bagi jiwa yang gelisah, dan jiwanya adalah tempat singgah bagi dia yang kehilangan arah. Ia adalah jiwa dan cahaya yang berwujud manusia, datang dari Suryaloka yang diturunkan para Dewa ditengah - tengah Dinasti Kuru yang tengah berapi. Ia lahir bukan untuk berperang, tapi untuk mengingatkan dan sebagai penguat di tengah kehancuran yang mengancam Dinasti Kuru. Suthanu adalah bisikan langit dalam riuh denting senjata, tetes embun suci diatas tanah yang mulai haus darah, tahta, dan secercah harapan yang datang diantara bayang-bayang dendam yang tak kunjung padam. Bukan kekuatannya yang utama, namun keteguhan hati yang lahir dari sebuah kasih sayang yang tiada batas, dan cahaya yang menyinari arah jalan yang telah menjadi gelap. Suthanu, putri Kuru yang melewati berbagai lika-liku kehidupan. Namun tetap berdiri kokoh hingga akhir, seperti benteng di medan perang. Ia lahir tak memaksa untuk dikenang, namun namanya tercatat rapi dihati semua orang, yang dipuja-puja dilangit dan bumi, dan ditulis oleh takdir dalam lembaran waktu yang tak bisa dibakar oleh api Kurukshetra. Dan inilah kisahnya.
MADHAVAN (ROMBAK) by southdeine
southdeine
  • WpView
    Reads 343
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 10
Bayangan Kali Yuga mulai turun perlahan ketika manusia mulai lupa pada kebenaran, dan saat itulah Sang Semesta menjejakkan kakinya ke dunia fana. Setiap langkahnya bersentuhan dengan tanah, kilau kuasa, dan kehendak manusia. Kehadiran itu tidak lahir dari kehendak yang utuh. Sebuah perpecahan; sebuah jarak yang tak diucapkan menjadi salah satu sebab cahaya menjejak dunia tanpa mengenali ikatan yang pernah mengikat mereka di alam keabadian. Sang Semesta dihadapkan pada dunia yang rapuh, dan pertanyaan tentang keberadaan itu sendiri: sejauh mana ia boleh mengubah dunia tanpa merusak keseimbangan yang ada, dan apa harga yang harus dibayar ketika dharma menuntut lebih dari sekadar pengorbanan; termasuk melepas cinta yang pernah menjadi bagian dari dirinya?