heyrosesta
Dalam Kakawin Smaradahana gubahan Mpu Dharmaja, saat Batara Kamajaya terbakar menjadi abu di bawah murka mata ketiga Dewa Siwa. Dewi Ratih datang dengan kesetiaannya dan memilih belasutya: meleburkan raganya dalam api yang sama hanya agar tak terpisah dari sang belahan jiwa.
Akibatnya, sepercik api asmara itu jatuh ke mayapada, dan menyusup ke dalam sanubari manusia. Sang Hyang Kamajaya Kamaratih kini mengejawantah melalui guratan syair yang melingkupi selaksa Daha. Jiwa mereka diyakini kembali bersemi dalam raga Prabu Kameswara dan Sri Candrakirana.
[ FIKSI SEJARAH ]
© heyrosesta