RuseiAraa
"Jika pena sang penulis sudah patah, apakah takdir karakternya harus ikut mati?"
Bagi Arvian, Hymn of the Silver Ashes (HOTSA) adalah warisan terakhir Gamya yang tak sempat usai. Namun, sebuah kecelakaan tragis menyeret Arvian masuk ke dalam naskah tersebut. Alih-alih masuk sebagai pahlawan di dalam cerita, ia malah menjadi seorang figuran tanpa nama di ambang epilog yang hancur.
Dunia yang seharusnya indah kini dikoyak oleh The Apocrypha Corroder, sekumpulan entitas yang haus akan tinta dan penderitaan. Arvian tidak punya pilihan. Jika Gamya tak lagi bisa menuliskan akhir bahagia, maka Arvian yang akan merebut pena takdir itu dan memecahkan misteri para entitas sombong di sana. Meskipun ia harus menumpahkan darah di atas kertasnya sendiri.
Warning⚠️
Cover dari cerita ini dibuat khusus oleh saya sendiri, mohon untuk tidak mengambil dan menggunakannya tanpa izin‼️
Upload setiap hari Jum'at yaa