zhraanissa
- LETTURE 4,616
- Voti 1,018
- Parti 43
"Gue kasih pilihan," suara Arkan berat, tenang, tapi mematikan. "Lo bubarin geng sampah lo ini sekarang, atau besok pagi bokap lo kehilangan seluruh sahamnya di bursa efek?"
Gavin, sang hacker yang berdiri di belakang Arkan, sibuk mengunyah permen karet sambil memainkan ponselnya. "Cepetan pilih, Bos gue orangnya nggak sabaran. Gue juga belum mabar push rank nih, kuota gue sayang kalau habis buat dengerin lo nangis."
"Lain kali, kalau mau kirim pembunuh bayaran, cari yang harganya mahalan dikit. Ini mah levelnya cuma buat pemanasan yoga gue doang," ucap Rellie santai sambil melangkah melewati tubuh-tubuh yang mengerang kesakitan.
Zea, sahabat Rellie, sedang duduk di meja bar sambil mengetik cepat di laptopnya. "Rell, sistem keamanan rumah mereka udah gue acak-acak. Besok pagi mereka bangun, semua asetnya udah atas nama panti asuhan. Done ya?"
Rellie tersenyum miring. "Kerja bagus. Yuk balik, gue laper. Pengen seblak tapi yang level pedasnya kayak omongan tetangga."
Dua penguasa yang tidak saling kenal ini adalah matahari di dunianya masing-masing. Arkan dengan takhtanya yang dingin, dan Rellie dengan mahkotanya yang tak tersentuh. Mereka sama-sama merasa paling kuat, sampai sebuah garis takdir memaksa mereka berdiri di satu titik yang sama.
Sebuah perjodohan kolot, sebuah pertemuan berdarah di persimpangan jalan, dan sebuah obsesi yang bermula dari rasa penasaran.
apakah mereka bakal bersatu?