Qeyzavatha's Reading List
2 stories
TerraCotta (Completed) by ManusiaAntik_
ManusiaAntik_
  • WpView
    Reads 2,760,977
  • WpVote
    Votes 235,288
  • WpPart
    Parts 45
Di usia yang nyaris kepala tiga, Terra masih tidak mengerti tujuan hidupnya apa. Selama lima tahun terakhir, dia merasa tidak ada yang berubah, waktu berhenti berputar dan tahu-tahu dia sudah dua puluh delapan tahun. Rasanya baru kemarin dia masuk kerja di perusahaan yang sekarang, tiba-tiba dia sudah mendapatkan gift box lima tahun pengabdiannya pada perusahaan. Sahabat baiknya yang dari bayi bersama dengannya sebentar lagi juga akan menikahi pujaan hatinya. Artinya hanya Terra saja yang akan sendirian setelah ini. Membayangkan itu saja sudah membuat Terra setengah gila dengan otak yang hampir cidera. Sedang adem-ademnya, kantor digemparkan dengan isu korupsi dan perselingkuhan atasannya sendiri, membuat Terra berada di posisi yang serba salah. Pekerjaan Terra yang tadinya damai-damai saja jadi seperti angin puting beliung karena munculnya sang atasan baru yang mengerikan. Kalau tidak ingat dosa, rasanya dia ingin berhenti hidup saja. Satu-satunya yang membuat Terra bertahan hidup adalah karena dia tidak mau mati konyol dan bingung ketika ditanya apa saja yang sudah dia lakukan di dunia nanti. Paling tidak harus ada yang dibanggakan dari dirinya kan.
MUARA KIBLAT by awaliarrahman
awaliarrahman
  • WpView
    Reads 5,622,108
  • WpVote
    Votes 367,425
  • WpPart
    Parts 63
📌Spin off "Kiblat Cinta". Disarankan untuk membaca Kiblat Cinta lebih dulu untuk mengenal masing-masing karakter tokoh di dalam cerita Muara Kiblat. *** Ditunjuk sebagai penerus untuk mengabdikan dirinya pada pesantren merupakan sebuah tanggung jawab besar bagi seorang Kafka Rafan El-Fatih. Di tengah menjalani amanah yang diberikan oleh sang ayah, Kafka juga harus melatih kesabaran ketika menghadapi salah seorang santriwati yang mengejarnya secara ugal-ugalan. Adel Dwi Arfani, seorang santriwati yang dulu menjadi partner perdebatannya, kini berpindah kiblat menyukainya. Menurut Adel, mengejar cinta sama saja dengan mengejar rezeki, harus diperjuangkan dengan usaha dan berdoa, tentu dengan cara yang halal pula. Maqom manusia adalah berusaha, itulah prinsip yang ia lakukan sekarang. Lantas, bagaimana ketika ia telah mendapat balasan cinta yang setara, fakta masa lalu justru menghancurkannya? Akankah takdir cinta mereka bermuara di tempat yang sama? Atau justru ombak membawa keduanya ke tepi yang berbeda?