Cahaya_bintang21
Blaze, dikenal sebagai anak yang tengil, berisik, dan selalu punya cara untuk membuat suasana menjadi kacau sekaligus hidup. Ia tertawa paling keras, bercanda paling sering, dan terlihat seperti orang yang tidak pernah benar-benar punya masalah.
Padahal, justru dialah yang paling lelah.
Di balik semua itu, Blaze hanya menyimpan satu keinginan yang tidak pernah ia ucapkan dengan lantang:
ia ingin dilihat.
Bukan sebagai anak yang bermasalah.
Bukan sebagai pembanding dari Ice yang selalu "lebih baik".
Tapi sebagai dirinya sendiri-sebagai anak yang juga pantas disayang tanpa syarat.
Ada masa lalu yang membuat semuanya berubah.
Satu kesalahan yang tak pernah benar-benar ia perbaiki di mata ayahnya.
Satu luka yang membuat jarak itu semakin lebar sejak kepergian bundanya-satu-satunya orang yang dulu benar-benar melihatnya tanpa menilai.
Sejak saat itu, rumah tak lagi terasa seperti tempat pulang.
Dan Blaze belajar satu hal, kalau ia tidak bisa jadi yang dibanggakan, setidaknya ia bisa jadi yang tidak merepotkan.
Ia menyembunyikan lelahnya di balik candaan.
Menyamarkan sakitnya dengan tawa.
Dan tetap berdiri, bahkan ketika perlahan ia mulai runtuh dari dalam.
Ia menjaga Ice dengan caranya sendiri.
Menghormati Nova sebagai Kakaknya tanpa banyak bicara.
Dan tetap memanggil "ayah" meski tak pernah benar-benar dipanggil kembali dengan hangat.
Blaze tidak pernah berhenti mencoba.
Tidak pernah benar-benar menyerah.
Hanya saja... dunia di sekitarnya terlalu lama menyadari bahwa di balik semua suara paling ribut itu, ada seseorang yang diam-diam sedang kehabisan tenaga.
Dan ketika akhirnya semua terlambat, yang tersisa bukan lagi pertanyaan apakah Blaze cukup kuat untuk bertahan-
melainkan:
kenapa tak ada yang melihatnya lebih cepat, sebelum ia benar-benar lelah sendirian.
. . .
Catatan:
◈ Cringe.
◈ Cerita sedikit amburadul.
◈ BoBoiBoy sepenuhnya milik Monsta, saya hanya meminjam karakternya saja.
•Alur cerita sepenuhnya murni hanya khayalan sem