bbluesaturnn
Jimmy selalu datang beberapa langkah lebih dulu. Lebih dulu menyadari ketika Sean sedang lelah, lebih dulu menangkap kegelisahan yang Sean sembunyikan di balik senyumnya, lebih dulu mengingat hal-hal kecil yang bahkan Sean sendiri lupa, dan diam-diam... lebih dulu jatuh cinta.
Sementara Sean selalu hidup dengan keyakinan bahwa menginginkan sesuatu adalah cara tercepat untuk kehilangannya. Maka ia belajar untuk tidak berharap terlalu banyak, tidak meminta terlalu banyak, tidak bergantung kepada siapa pun. Sampai Jimmy hadir dan, tanpa banyak kata, mulai mengajarinya bahwa dicintai tidak selalu berarti kehilangan kebebasan.
Bahwa ada seseorang yang akan berkata, "Kalau kamu sudah tidak sanggup, kamu bisa mundurlah. Aku akan tetap ada di belakangmu dan menunggumu kembali."
Namun, mencintai ternyata bukan bagian yang paling sulit. Yang paling sulit adalah mempertahankan cinta itu di dunia yang terus mengatakan bahwa mereka tidak seharusnya saling memilih.
Di tengah keluarga, norma, keyakinan, dan tatapan masyarakat yang menganggap hubungan mereka sebagai kesalahan, Jimmy dan Sean hanya memiliki satu harapan sederhana. Bukan untuk mengubah dunia, juga bukan untuk membuat semua orang mengerti. Mereka hanya ingin hidup seperti pasangan lain yang saling mencintai, saling menjaga, dan pulang kepada orang yang sama.
When Our Clocks Finally Matched adalah kisah tentang cinta yang tumbuh dari perhatian-perhatian kecil, tentang dua laki-laki yang memilih satu sama lain setiap hari, dan tentang keberanian untuk tetap berjalan bersama ketika seluruh dunia meminta mereka berpisah.
Karena terkadang, keajaiban terbesar bukanlah bertemu dengan belahan jiwa. Keajaiban terbesar adalah ketika, setelah sekian lama berjalan sendiri, jammu akhirnya berdetak pada waktu yang sama dengan seseorang yang memilihmu... lagi, lagi, dan lagi.