Syyun🌊
2 stories
DRAGON'S THORN by DAYTOY2708
DAYTOY2708
  • WpView
    Reads 285
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 3
Di hutan pagoda yang abadi, dua kekuatan yang seharusnya tak pernah bersentuhan justru bertabrakan. LiLun, siluman pohon pagoda yang teguh seperti akar dunia, berdiri melawan badai. Namun ketika Long Shen turun dari langit-berjarit petir, berselimut cahaya perak-semesta seakan menahan napas. Pertarungan mereka hanya berlangsung sekejap; bukan karena LiLun lemah, tetapi karena tatapan Long Shen menghancurkan kehendaknya lebih tajam dari ribuan pedang. Dalam satu genggaman di tengkuk, LiLun jatuh berlutut-bukan dipaksa, tetapi ditarik oleh sesuatu yang lebih gelap dari takdir. Sejak saat itu, jiwa mereka terbelit seperti dua garis cahaya yang tak bisa dipisahkan. Di malam badai di istana naga, Long Shen memanggil LiLun bukan sebagai bawahan, tetapi sebagai satu-satunya sosok yang bisa menenangkan kekosongan abadi dalam dirinya. Di dipan giok, dengan sentuhan lembut yang lebih mematikan dari petir, Long Shen menegaskan: dunia boleh runtuh, langit boleh retak, tetapi LiLun-siluman yang pernah menantang langit-selamanya miliknya.
too beautiful to notice (YananTianjiarui)(END) by matchanow
matchanow
  • WpView
    Reads 14,312
  • WpVote
    Votes 1,563
  • WpPart
    Parts 20
short story. seorang anak tak pernah meminta kepada orangtua nya untuk dilahirkan, pun sama hal nya seperti orangtua yang tak ingin anaknya terlahir menjadi manusia yang cacat. namanya, Longshen, putra bungsu dari tiga bersaudara yang terlahir tidak sekuat kedua kakak laki-lakinya. cacat, tidak memiliki emosi, dan selalu disebut sebagai aib dari keluarga. _________ bagi Yuan wudi, terlahir sempurna adalah sebuah malapetaka. malapetaka yang siap untuk meledak kapan saja dan dimana saja. diagungkan, dipuja-puja, disanjung, dianggap sebagai sebuah aset yang berharga, ternyata tak semembahagia-kan yang sempat dia duga. justru... ini semua cenderung menyebalkan. __________ "Meskipun aku tidak menginginkan kesempurnaan ini, bukan berarti aku harus disandingkan dengan orang cacat seperti dia!" itu adalah kalimat pertama yang Longshen dengar saat kakinya menginjak istana megah yang selama ini orang-orang idamkan. namun tak seperti mereka, pemuda itu justru lebih merindukan kamar tidurnya daripada harus terjebak bersama pria yang tampaknya, memiliki tabiat dan kebiasaan marah-marah. "Aku juga tidak mau jika harus menikah dengan orang pemarah seperti kau, wahai pangeran." balasan itu bukan hanya mengejutkan Yuan wudi, melainkan seluruh anggota dua keluarga yang saat ini tengah menyaksikan pertengkaran keduanya. "Meskipun kau tidak meminta maaf, tapi aku sudah memutuskan untuk memaafkan ucapan mu barusan. Selain karena aku sudah kebal dengan kata-kata penuh hinaan itu, kebetulan aku juga sudah mengantuk. Jadi, bisa berikan jawabanmu sekarang juga? Cukup dengan berkata, ya atau tidak." "Tidak."