herlens's Reading List
2 stories
Love That Never Leaves  by wavear79
wavear79
  • WpView
    Reads 5,487
  • WpVote
    Votes 1,173
  • WpPart
    Parts 60
Sebelumnya bagi yang baca silahkan follow aku ini nanti aku follow back biar ga ketinggalan jadwal update "Kamu harus nikah aira , cepat ! Kalau nggak hantu itu ga bakal berhenti ngejar kamu dan xion", kata aire , kakaknya aira yang udah meninggal lima tahun yang lalu. "Kenapa kak ?",tanya aira tak sanggup. "Harus-". Setelah kata-kata terakhir sebelum mimpi seram itu selesai , aira tahu dia bakal dipaksa oleh roh arwah gentayangan kakaknya yang ga mau tenang itu buat nikah. "Ahhh... , huh .. huh ..", aira bangun dari mimpi dalam keadaan napas yang terengah-engah. "Apa kata kakak tadi , apakah dia mau aku mwnikah secepatnya ? , kenapa ?", tanya aira masih tak percaya. Dengan pertanyaan yang menggantung itu aira meminta jawaban pada jeko. "Ko .. menurutmu apa aku benaran harus nikah ?", tanya aira. "Iya ... harus dengan xion", jawab jeko. Kenapa ? Dengan desakan itu yang aira alami itu .. Apakah dirinya dan xion bakal punya cinta yang bersemi ? Baca terus di wattpad Jangan lupa kasih voting , komentnya dan .. Ikuti saya di .. https://www.wattpad.com/user/sugreweaver79
Nocturn City by herlens
herlens
  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 12
Nocturn City, sebuah kota tanpa matahari yang dipenuhi kabut hitam dan lampu neon merah yang berkelip di antara gedung-gedung tua. Lyra Vesper, seorang pelayan bar yang hidup sederhana, tengah pulang larut malam setelah shift panjang. Ia merasa diikuti, tetapi tak menemukan siapa pun di balik bayangan. Saat melewati lorong sempit, Lyra secara tak sengaja menyaksikan eksekusi brutal oleh sekelompok pria bertopeng-dan pemimpinnya, seorang pria dingin yang wajahnya tak terlalu terlihat dalam cahaya redup. Pria itu adalah Kael Draxion, penguasa gelap dunia bawah kota, meski Lyra belum tahu identitasnya. Lyra terpeleset dan membuat suara kecil yang memancing perhatian mereka. Dalam detik-detik penuh ketakutan, Kael menatapnya dengan mata tajam berwarna perak, seolah langsung menembus jiwanya. Alih-alih membunuhnya, Kael memerintahkan anak buahnya untuk membawa Lyra hidup-hidup, karena ia menganggap tatapan Lyra "berbeda dari kebanyakan saksi."