ChamCham_MonMon
- Reads 2,281
- Votes 78
- Parts 15
Setelah bertahun-tahun terjebak dalam pernikahan yang hampa dan dingin dengan suaminya, Indah Cahyani akhirnya mencapai titik nadir. Dengan hati yang remuk, ia memutuskan untuk membawa putri kecilnya, Tasya, kembali ke satu-satunya pelabuhan aman yang ia kenal: rumah sang Bunda, Dewi. Kepulangannya adalah upaya untuk melarikan diri dari kesepian yang menyiksa, tanpa menyadari bahwa di rumah itu, sebuah bentuk cinta yang berbeda telah menantinya.
Di bawah atap yang tenang itu, hubungan antara Dewi dan Indah jauh melampaui ikatan ibu dan anak pada umumnya. Mereka adalah sepasang kekasih yang saling memuja dalam diam dan perhatian yang intens. Dewi mencintai setiap inci perubahan pada diri putrinya, terutama sejak kehadiran Tasya yang membuat fisik Indah berubah drastis. Peran Indah sebagai ibu yang menyusui buah hatinya telah membuat payudara Indah tumbuh luar biasa besar dan penuh, menciptakan lekukan tubuh yang begitu menggairahkan di mata Dewi.
Suasana santai sore hari di sofa putih seringkali menjadi saksi kemesraan mereka yang tak lazim. Bagi Indah, perhatian Dewi adalah obat bagi luka yang ditinggalkan suaminya. Bagi Dewi, keindahan fisik Indah yang kini kian dewasa-dengan aset yang kian menonjol berkat pengaruh keibuannya-adalah magnet yang tak mungkin ia tolak.
Di tengah kehangatan rumah yang penuh rahasia ini, Indah harus berhadapan dengan perasaannya sendiri. Apakah ini bentuk pengabdian kepada sang ibu yang telah menyelamatkannya, ataukah ia memang telah menemukan cinta sejatinya dalam pelukan wanita yang melahirkannya?