saldik22
- Reads 12,525
- Votes 1,595
- Parts 18
Maaf," suara Isal terdengar berat, serak, dan mengalun rendah di telinga Dika, sukses membuat bulu kuduk pemuda itu meremang. Tangan besar Isal terulur, merapikan kerah kemeja Dika dengan gerakan lambat sebuah sentuhan posesif yang disamarkan sebagai permintaan maaf. "Gue nggak sengaja. Lo nggak apa-apa... manis?"
Gue cowok tulen, ya! Jangan panggil gue manis!" Dika menepis tangan Isal dengan kasar dan segera bergegas masuk ke toilet, berusaha mengabaikan jantungnya yang entah kenapa berdebar memompa darah terlalu cepat