GadisWaktu
- Reads 4,617
- Votes 330
- Parts 5
Tisari mengira setelah menemukan rumah, yang tersisa hanyalah tinggal di dalamnya dengan tenang.
Ternyata tidak sesederhana itu.
Abyasa Satria Kusumawardana bukan hanya pangeran Keraton Mandalawangi. Dan dirinya---yang rumah pertamanya runtuh oleh gempa, rumah keduanya hancur oleh perceraian---kini berdiri di sisinya.
Di tengah bisikan tajam kerabat yang meragukan, bayang-bayang segala hal, serta beban menjadi perempuan di posisi yang begitu tinggi, Tisari tahu satu hal: membentangkan daun, menegakkan fondasi, dan melanjutkan apa yang telah dimulai. Karena rumah bukan tentang diterima. Rumah adalah tentang membangun---bahkan saat badai datang lebih cepat dari yang dikira.
"Di keraton, diam bisa berarti hormat. Atau bisa berarti kalah. Aku memilih yang pertama."
---Kenanga Luhtitisari Kusumawardana.
#6 Mandalawangi Universe