Mistyaselle
- Reads 125
- Votes 118
- Parts 4
Arjuna Sakara dan Lunara Selara pernah menjadi dunia satu sama lain, dua jiwa yang begitu selaras hingga setiap detik terasa seperti napas yang sama. Namun, hidup memiliki caranya sendiri untuk menulis cerita, dan ketika Arjuna dipaksa memikul tanggung jawab besar-merawat adik yang rapuh dan ibu yang sakit. Mereka mengambil keputusan yang paling berat dengan berpisah. Bukan dengan amarah, bukan dengan kemarahan, tetapi dengan cara yang diam-diam menyayat hati. Mereka tetap peduli, tetap hadir dalam kehidupan satu sama lain, tetapi dengan jarak yang menyakitkan, seolah mencoba menahan rasa yang tak bisa sepenuhnya dimiliki.
Meski terpisah, pesan-pesan singkat menjadi jembatan antara mereka, senyum dan tawa yang ditangkap dari kejauhan menjadi saksi bisu akan kasih yang tak pernah padam. Setiap momen bahagia yang mereka saksikan bukan hanya sekadar kebetulan, tetapi pengingat halus bahwa cinta yang dulu mereka miliki tetap hidup, meski tak lagi bisa disentuh sepenuhnya. Dalam jarak dan diam, mereka belajar mencintai tanpa memiliki, menyayangi tanpa menahan, dan merasakan kehadiran satu sama lain dengan cara yang paling pahit, tetapi indah. Mereka melakukannya dari jauh, diam, dan dari hati yang paling dalam.