BARA NOVEL VOL.02
6 stories
Hate or Heart?  by clarivelle
clarivelle
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
Semuanya berawal dari hujan yang datang terlalu cepat... dan seorang cowok yang turun dari motor terlalu buru-buru. Keira Navisha benci hari itu. Benci bajunya yang basah, benci sepatunya yang becek, dan paling benci-cowok dingin bernama Rainer Adyatma yang menabraknya di halte. Ia pikir mereka tidak akan ketemu lagi. Ternyata... mereka satu sekolah. Lebih parahnya, tiap hari kayaknya semesta hobi banget mempertemukan mereka berdua. Rainer kesal. Tetapi Keira lebih kesal. Dan Luminara High School tiba-tiba terasa sempit kalau mereka lagi saling tatap dengan vibe I hate you but why are you here again? Ini adalah cerita tentang dua orang yang awalnya saling sebel, dipertemukan oleh hujan, dan pelan-pelan ditarik oleh perasaan yang bahkan tidak berani mereka akui. Hujan mempertemukan. Takdir mengikat. Dan perasaan? ...yah, itu bagian yang mereka berdua masih pura-pura tidak lihat.
MISSION : Ngibulin Sekolah [End - PreOrder] by _cherieslullaby
_cherieslullaby
  • WpView
    Reads 9,471
  • WpVote
    Votes 1,361
  • WpPart
    Parts 34
Sebuah sandiwara kecil yang berubah jadi... misi perasaan? Amara butuh tameng dari mantan obsesifnya. Gara butuh alasan biar terlepas dari cewek centil yang manggil dia "Honey" tiap lima menit. Solusinya? Pura-pura pacaran. Gampang, kan? Sampai orang-orang mulai curiga: kenapa pasangan ini justru kelihatan nggak seperti pasangan? "Gue nggak bisa akting romantis." "Tenang. Lo cukup jadi diri lo sendiri-dan pura-pura naksir gue." Saat pura-pura terasa terlalu nyaman, batas antara bohong dan baper mulai mengabur. Akhirnya siapa yang beneran jatuh cinta duluan?
TWILIGHTBIND [TERBIT] by catatanadriana
catatanadriana
  • WpView
    Reads 96
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 15
Alya Sasmaya selalu menghindari senja sejak seseorang yang ia sayangi hilang dalam cahaya jingga beberapa tahun silam. Namun, semua berubah ketika ia bertemu Narean Laksamana, seorang fotografer pendiam yang setiap sore berdiri di balkon gedung tua, seolah menunggu sesuatu yang hanya ia yang bisa lihat. Perjumpaan sederhana itu perlahan membuka pintu menuju masa lalu yang sama-sama mereka hindari. Setiap senja datang, membuat perilaku Narean berubah. Tatapan retak, suara bergetar, dan mengaku mendengar seseorang memanggil namanya dari balik horizon. Alya, yang menyimpan ingatan tentang kehilangan, mulai melihat pola ganjil dalam polaroid yang diberikan Narean. Bayangan seseorang yang tidak ada di dunia nyata. Ketika koneksi di antara mereka kian kuat, keduanya harus menghadapi kenyataan bahwa trauma mereka mungkin berasal dari sumber yang sama. Jika Alya gagal mengurai ingatannya, ia akan terus terikat pada luka yang tak pernah ia pahami. Jika Narean tak mampu mengendalikan bisikan senja, ia bisa kehilangan kendali, juga Alya. Di antara langit yang memerah, cinta tumbuh, tetapi satu pertanyaan tetap menghantui. Apakah mereka ditakdirkan untuk saling menyembuhkan atau saling menenggelamkan?
Dear Friend (Terbit) by Aria_Pammasena
Aria_Pammasena
  • WpView
    Reads 185
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 20
Di usia 18 tahun, Davina Dianta kehilangan keluarganya-dan bersamaan dengan itu, hidupnya berubah total. Pagi ia adalah siswi baru yang memilih diam. Sore ia menjelma pewaris perusahaan besar yang dipenuhi intrik dan pengkhianatan. Dengan mata biru yang dingin dan senyum yang nyaris tak pernah muncul, Davina belajar bertahan di dua dunia yang sama-sama kejam. Hingga kehadiran orang-orang tak terduga mulai meretakkan pertahanannya. Sebuah kisah tentang kehilangan, keberanian, dan menemukan tempat pulang di tengah kekacauan. "Aku takut jika aku melepas tanganmu, kau akan terbang jauh dan hancur"
Mawar yang Menari  by Eryun_Nita
Eryun_Nita
  • WpView
    Reads 81
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 22
Rose, seorang gadis yang menggambarkan dirinya bak mawar merah, karena memiliki keindahan yang selalu dipuja-puja semua orang. Namun di balik keindahan itu, ada duri-duri masa lalu yang masih menusuk ingatan, membayanginya di setiap langkah. Luka yang tak terlihat itu membuatnya menari di antara dua dunia. Yaitu dunia yang ingin ia tinggalkan, dan dunia baru yang ingin ia peluk untuk sembuh. Rose bingung memilih untuk tetap tersembunyi dalam kenangan yang menghantuinya, atau berani menari tanpa takut terluka lagi. Keindahannya memang melambangkan cinta dan keberanian, tetapi durinya mengingatkan bahwa hati yang paling indah pun pernah mempertahankan diri dari bahaya. Mawar itu-indah, kuat, namun tak kehilangan kemampuannya untuk melukai jika dunia kembali mencoba meremukkannya. Ini sebuah kisah tentang penyembuhan, keberanian, dan perjalanan seorang gadis yang menari berusaha keluar dari bayang-bayang masa lalu menuju cahaya yang akhirnya layak ia miliki. Ini juga tentang masa lalu yang terus menghantui, dan tentang masa kini yang berusaha menyembuhkan.
TARUNG by keysukamatcha
keysukamatcha
  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 12
Tarung Laksamana selalu berjalan seperti bayangan yang menahan badai. Diam, tajam, dan terlalu dewasa untuk usianya. Di sekolah, ia dikenal sebagai siswa yang tidak suka bersuara, tapi tutur geraknya menyimpan ketelitian aneh-seolah setiap langkah sudah dipetakan seperti dalam ilmu bela diri yang hanya ia pahami sendiri. Di rumah, Tarung hidup dengan satu tujuan sederhana: menjaga Bundanya. Sosok rapuh yang pernah kehilangan terlalu banyak. Dari bundanya, Tarung belajar anatomi sederhana-titik-titik tubuh yang menjadi pusat keseimbangan manusia. Dari ayahnya, sebelum wafat, ia mewarisi pencak silat dan Krav Maga, diajarkan secara sembunyi-sembunyi seperti rahasia keluarga yang tak boleh menyentuh cahaya. Tarung tumbuh dengan dua warisan itu: satu untuk melindungi, satu untuk melukai, dan keduanya selalu bertarung dalam dirinya. Namun hidup mulai berubah ketika Bu Ratri-guru bahasa yang hangat dan penuh kasih-datang ke sekolah itu. Ia melihat sesuatu yang tak dilihat orang lain: tulisan-tulisan Tarung yang ditumpuk diam dalam buku catatan lusuh. Dengan bahasa seorang pendidik, ia menyebutnya potensi literasi emosional. Dengan hati seorang ibu, ia melihatnya sebagai panggilan minta tolong. Melalui bimbingan kecilnya-sesi refleksi, tugas menulis naratif, hingga percakapan pendek sepulang sekolah-Bu Ratri perlahan membuka pintu yang bertahun-tahun Tarung kunci rapat. Ia mengajarkan Tarung bahwa kata-kata pun bisa menjadi ruang aman, bukan hanya jurang yang menelan. Bersama Bundanya yang penuh kasih dan Bu Ratri yang tekun membimbing, Tarung perlahan menyingkap kebenaran tentang keluarganya-tentang malam yang merenggut ayahnya, dan tentang trauma yang selama ini ia kira hanya miliknya seorang diri. Ini bukan sekadar kisah remaja yang bertarung dengan kekerasan di luar dirinya. Ini kisah tentang bertarung dengan diri sendiri- dengan luka yang diwariskan, dengan ingatan yang memburuk, dan dengan dunia yang menyuruhnya memilih: menjadi senjata, atau menjadi manusia.