On Going
3 stories
Guardian Hearts by starrymoonli
starrymoonli
  • WpView
    Reads 15,473
  • WpVote
    Votes 3,258
  • WpPart
    Parts 19
Di balik sorotan panggung dan popularitas yang terus meningkat, Hearts2Hearts mulai merasakan sisi lain dari ketenaran, perhatian yang terlalu dekat untuk disebut biasa. Pesan anonim muncul tanpa henti. Seseorang terlihat mengawasi dari kejauhan. Dan tanpa mereka sadari, kehidupan pribadi mereka perlahan tidak lagi menjadi milik mereka sendiri. Saat ancaman itu berkembang dan hampir melukai salah satu dari mereka, rasa aman yang selama ini mereka pegang mulai runtuh. Dalam keadaan terdesak, agensi memutuskan untuk mengambil langkah yang tidak biasa-menyewa seorang bodyguard profesional. Carmen Lee. Ia datang bukan untuk mengenal mereka, melainkan untuk menjaga jarak dan memastikan satu hal: tidak ada yang menyentuh targetnya. Namun di tengah ancaman yang semakin mendekat, kehadiran Carmen justru mengubah banyak hal. Karena untuk pertama kalinya, Hearts2Hearts bertemu seseorang yang tidak terpengaruh oleh mereka dan perlahan, mereka mulai mencoba mendekati dunia yang selama ini tertutup rapat. Di sisi lain, bahaya tidak pernah benar-benar pergi. Ia hanya... semakin dekat.
One Shoot H2H by starrymoonli
starrymoonli
  • WpView
    Reads 12,218
  • WpVote
    Votes 767
  • WpPart
    Parts 18
kumpulan cerita one shoot H2h
Rumah Kedua by starrymoonli
starrymoonli
  • WpView
    Reads 78,542
  • WpVote
    Votes 11,807
  • WpPart
    Parts 52
Carmen belajar bertahan dalam diam, menyimpan luka dan kelelahan di balik senyumnya. Demi melindungi satu-satunya rumah yang pernah ia miliki. Namun takdir merenggut rumah itu lebih dulu. Suho, satu-satunya tempat ia pulang, pergi untuk selamanya. Dan ketika Carmen mengira rasa kehilangan adalah luka terbesarnya sebuah kebenaran tentang dirinya sendiri terungkap cukup untuk membuatnya mempertanyakan arti hidup yang selama ini ia pertahankan. Rumah barunya tak pernah kekurangan cahaya. Tawa ada di meja makan, suara langkah saling menyusul di lorong-lorongnya. Ayah dan Ibunya memanggilnya pulang, menyebutnya keluarga, merentangkan tangan tanpa ragu. Namun bagi Carmen, rumah ini adalah tempat yang harus ia pelajari perlahan. Bukan karena ia tak diterima melainkan karena hatinya terlalu lama hidup tanpa "pulang". Di balik kehangatan itu, ada jarak yang belum terjembatani antara dia dan adik- adiknya. Dan Carmen bertanya dalam diam. Apakah cinta yang datang terlambat masih bisa terasa seperti rumah?