My Story
6 stories
Ramadhan Bersama Delapan Hati by starrymoonli
starrymoonli
  • WpView
    Reads 8,300
  • WpVote
    Votes 1,692
  • WpPart
    Parts 35
Ramadan selalu datang dengan cara yang sama alarm jam tiga pagi, dapur yang mendadak hidup, dan suara teriakan kakak tertua yang menggema ke seluruh rumah. Di sebuah rumah sederhana yang tak pernah benar-benar sepi, delapan bersaudara menjalani hari-hari puasa dengan cara mereka sendiri. Ada yang sulit bangun sahur. Ada yang paling rajin mengingatkan waktu sholat. Ada yang tak pernah berhenti berdebat bahkan sebelum matahari terbit. Carnita, sang kakak pertama sekaligus "chef" keluarga, sudah hafal betul bagaimana mengatur semuanya agar tetap berjalan. Dari nasi goreng sederhana hingga meja makan yang selalu penuh setiap subuh. Di dalam ruamh itu, ada delapan hati yang terus berdetak bersama melalui tawa, pertengkaran kecil, dan momen-momen sunyi yang tak selalu bisa dijelaskan.
+10 more
One Shoot H2H by starrymoonli
starrymoonli
  • WpView
    Reads 8,135
  • WpVote
    Votes 508
  • WpPart
    Parts 16
kumpulan cerita one shoot H2h
Rumah Kedua by starrymoonli
starrymoonli
  • WpView
    Reads 52,007
  • WpVote
    Votes 7,953
  • WpPart
    Parts 39
Carmen belajar bertahan dalam diam, menyimpan luka dan kelelahan di balik senyumnya. Demi melindungi satu-satunya rumah yang pernah ia miliki. Namun takdir merenggut rumah itu lebih dulu. Suho, satu-satunya tempat ia pulang, pergi untuk selamanya. Dan ketika Carmen mengira rasa kehilangan adalah luka terbesarnya sebuah kebenaran tentang dirinya sendiri terungkap cukup untuk membuatnya mempertanyakan arti hidup yang selama ini ia pertahankan. Rumah barunya tak pernah kekurangan cahaya. Tawa ada di meja makan, suara langkah saling menyusul di lorong-lorongnya. Ayah dan Ibunya memanggilnya pulang, menyebutnya keluarga, merentangkan tangan tanpa ragu. Namun bagi Carmen, rumah ini adalah tempat yang harus ia pelajari perlahan. Bukan karena ia tak diterima melainkan karena hatinya terlalu lama hidup tanpa "pulang". Di balik kehangatan itu, ada jarak yang belum terjembatani antara dia dan adik- adiknya. Dan Carmen bertanya dalam diam. Apakah cinta yang datang terlambat masih bisa terasa seperti rumah?