gitapurnafilma
"Maaf, kamu baik-baik saja?" tanya dengan suara yang dalam dan lembut.
Aku menoleh ke samping dan melihat cowok dewasa yang tampan dan tinggi. "Iya, terima kasih," jawabku dengan malu.
Cowok itu tersenyum dan memperkenalkan diri. "Aku Ryan, Kamu?" tanyanya sambil menjulurkan tangan nya.
"Aku... aku Nia," jawabku dengan sedikit gugup.
Ryan dan aku berbincang-bincang selama perjalanan, dan aku merasa nyaman berbicara dengannya walaupun kita baru kenal. Saat bus berhenti di halte terakhir, Ryan meminta nomor WhatsApp
"Maaf, boleh minta nomor WA-mu?" katanya dengan senyum ramah.
Aku memberikan nomor WA-ku, dan kami berpisah di halte bus. Beberapa hari kemudian, Ryan mengirim aku pesan untuk ajak ngopi. Kami bertemu di sebuah kafe di pusat kota, dan pertemuan itu menjadi awal dari hubungan kami.
Tapi, takdir berkata lain. Aku harus pindah ke kota lain karena pekerjaan ayahku. Kami harus menjalani LDR, dan itu bukanlah hal yang mudah. Setiap hari terasa begitu panjang tanpa kehadirannya. Aku merindukan tawa, senyum, dan obrolan kita.
Kamu sering menghubungiku, dan aku selalu menantikan pesanmu. Kami berbicara tentang impian, harapan, dan keinginan kami. Aku merasa semakin dekat dengannya meskipun jarak memisahkan kita.
Tapi, rintangan tidak berhenti di situ. Ada hal-hal yang membuat kami harus berjuang lebih keras untuk bersama. Keluargaku tidak sepenuhnya setuju dengan hubungan kami, dan itu membuat semuanya semakin sulit.
🍃Apakah kalian ingin tahu, apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah mereka bisa melewati semua rintangan ini dan bersatu kembali?🍃