kumaevs
- Reads 2,657
- Votes 550
- Parts 8
Menurut Kanna, secondhand bookstore yang sepi punya banyak keuntungan. Ia bisa membaca buku sepuasnya, menulis naskah kapan saja, dan sesekali melayani pelanggan tanpa harus terburu-buru.
Sampai suatu hari, sebuah laptop yang tertukar mempertemukannya dengan seorang laki-laki yang datang untuk mengembalikannya. Tak lama setelah itu, laki-laki yang sama justru meminta izin menyewa ruang pojok baca di dalam tokonya. Katanya, ia membutuhkan tempat yang tenang untuk menyelesaikan lima belas demo lirik. Kanna mengira ia hanya sedang menyewakan sebuah ruangan. Nyatanya, lima belas demo lirik itu perlahan mengubah jauh lebih banyak hal daripada yang pernah mereka bayangkan.