roomofkaye
- Reads 1,471
- Votes 284
- Parts 16
Bagi James Adiwangsa, Jakarta adalah luka yang basah oleh hujan badai. Dalam satu detik yang mematikan, ia kehilangan ayahnya, dunianya, dan rasa amannya. Membawa trauma mendalam, James terpaksa mengikuti bundanya pindah ke sebuah desa nelayan terpencil. Tempat yang ia anggap sebagai "pembuangan" yang panas, amis, dan menyebalkan.
James berjanji tidak akan pernah membiarkan siapa pun mendekat lagi. Ia membangun tembok tinggi dengan sikap ketus dan kacamata hitamnya. Namun, ia tidak memperhitungkan kehadiran Martin, seorang raksasa setinggi 190 cm dengan tawa yang menggelegar dan hati seluas samudera.
Di antara aroma mawar toko bunga bundanya dan bau ragi dari dapur bakery desa, James dipaksa menghadapi ketakutannya. Saat rahasia peninggalan ayahnya ditemukan di sebuah tebing tersembunyi, James harus memilih, terus meringkuk dalam gelapnya masa lalu, atau membiarkan sang raksasa membimbingnya pulang menuju cahaya.
"Sebab di tempat ini, laut bukan lagi kuburan bagi masa lalumu, melainkan titik temu di mana langit dan cintamu kembali menyatu."