Akbarharimaubook
Deskripsi Cerita: Rina dan Laktosa Overflow
Rina bukan gadis biasa. Sejak SMP, ia divonis mengidap Laktosa Overflow, kondisi langka yang membuat payudaranya terus memproduksi ASI meski tak pernah hamil. Awalnya, ini adalah kutukan yang memalukan-setiap hari ia harus memompa ASI agar dadanya tak membengkak.
Namun perlahan Rina menyadari keistimewaannya. ASI-nya ternyata memiliki khasiat ajaib: mampu menyembuhkan bayi prematur, memperkuat anak lemah, dan meningkatkan imunitas. Rina pun memilih jalan pemberian diri. Ia menjadi "Ibu Susu" bagi bayi-bayi yang membutuhkan, termasuk bayi Bu Ratna yang harus disusui secara sembunyi-sembunyi karena tekanan keluarga.
Memasuki usia 22 tahun, kondisi Rina memburuk. Payudaranya membengkak luar biasa hingga ia sulit berjalan dan hanya bisa terbaring. Dengan bantuan Bu Ratna dan mesin perah canggih, ASI-ya dikosongkan setiap hari-bukan untuk dirinya, melainkan untuk dibagikan ke panti asuhan. Puluhan bayi yatim piatu tumbuh sehat berkat ASI ajaib Rina. Bahkan keponakannya, Ara, yang ia rawat dan susui sendiri, tumbuh menjadi bayi kuat dan ceria.
Kebaikan Rina terdengar hingga ke yayasan sosial. Ia ditawari menjadi "Ibu Susu" tetap bagi bayi-bayi panti dengan imbalan 20.000 rupiah per bayi. Bukan soal uang, tapi ini menjadi jalan baginya untuk memberi makna pada "penyakit"-nya. Bayi-bayi seperti Adi, Nina, dan Riko yang awalnya kurus dan rewel kini tumbuh sehat dalam dekapan hangat Rina.
Kisah Rina adalah bukti bahwa setiap keunikan bisa menjadi berkah. Lewat ASI-nya yang melimpah, ia menjadi malaikat tak terlihat bagi mereka yang kehilangan kasih sayang ibu. Antara rasa sakit dan kebahagiaan, Rina menemukan tujuan hidupnya: "Jika ini takdirku, biarlah ASI-ku menyelamatkan mereka yang tak punya ibu."
Pesan moral: keterbatasan bukan akhir, justru bisa menjadi jalan untuk menolong sesama.