Roschveltvz
- Reads 6,871
- Votes 1,099
- Parts 12
Delapan tahun lalu, dia pergi tanpa sempat mengucap kata putus.
Capt. Rakatrian Narendra Satya Adigama pulang membawa segala ketenangan yang orang kenal darinya-dingin, terkendali, tak pernah goyah meski di ketinggian berapa pun. Sampai neneknya memutuskan satu hal yang tak bisa ia tolak: menikah, secepatnya, dengan wanita yang sudah dipilihkan.
Ia tidak menyangka wanita itu adalah orang yang paling ia hindari untuk diingat.
Marrien Nayadila Kusumawardhani sudah membangun semuanya dari nol-karier, nama, hidup yang sama sekali tidak menyisakan ruang untuk masa lalu. Ia pikir bab itu sudah lama ia tutup rapat.
Sampai satu kalimat, satu senyum miring yang terlalu ia kenal, membuka semua yang seharusnya tetap terkubur.
"Saya" dan "kamu"-dua kata yang mereka pilih untuk menjaga jarak, di rumah yang sama, di pernikahan yang tak seharusnya terjadi.
Tapi ada hal-hal kecil yang sulit dibohongi. Detail yang seharusnya sudah lama terlupakan, ternyata masih ia ingat. Kebiasaan yang seharusnya tak lagi berarti, ternyata masih ia jaga.
Pernikahan ini dimulai dari paksaan.
Yang tidak diketahui Adilla-apakah itu akan berakhir dengan cara yang sama.