jjunay
Carilah di perpustakaan mana pun. Buka lembaran demi lembaran gulungan kuno atau novel fantasi paling populer di kerajaan ini. Anda akan menemukan satu kebenaran mutlak yang dielu-eluakan oleh semua orang:
*Regresi adalah kode curang yang dijamin berhasil.*
Tidak perlu takut pada akhir yang buruk. Tidak perlu meratapi kematian atau keputusasaan. Karena sang protagonis-si anak emas takdir-selalu bisa memutar kembali waktu, mengatur ulang papan catur kehidupan, dan berjalan menuju *happy ending* yang gemilang.
Omong kosong.
Aku tertawa setiap kali mendengar kebohongan itu. Sebuah tawa kering yang hancur, tercekat di tenggorokan yang terbiasa mengecap rasa asin darah dan racun basi.
Aku telah mencobanya sendiri. Bukan sekali, bukan pula sepuluh kali.
Sebanyak **1.183 kali**.
Dan tahukah kau apa yang kudapatkan di garis waktu kesekian itu? Bukan kemenangan. Bukan pula kedamaian. Aku hanya mendapati diriku semakin terkikis, kehilangan akal sehat, dan menyadari bahwa mitos tentang para regresor yang diselamatkan oleh waktu hanyalah propaganda keji untuk menghibur jiwa-jiwa lemah.
Tidak ada takdir yang bisa diselamatkan. Yang ada hanyalah tumpukan memori kematian yang terus berputar di dalam kepala, mengubah dunia menjadi sebuah sangkar besi yang tak berujung.
Di garis waktu ini, aku tidak lagi ingin melawan. Aku tidak peduli jika singgasana runtuh, atau jika monster-monster dari jurang melahap setiap nyawa di kekaisaran. Aku hanya ingin tidur.
Namun, bahkan dalam lelahku yang paling mutlak, iblis itu tidak akan membiarkanku pergi.
*"Di dunia yang busuk ini, Caelen... hanya aku satu-satunya yang berhak menghancurkanmu."*
Selamat datang di akhir dari semua kisah sukses.
Ini adalah biografi tentang kejatuhan kita berdua.